Kapal Asal Tiongkok Masuk Perairan Kalbar

KAPAL ASING: KM Yang Yang asal Tiongkok yang berisikan empat awak kapal masuk ke Pontianak dari Pelabuhan Guangzhou diperiksa intensif oleh berbagai instansi. IST

PONTIANAK – Di tengah merebaknya wabah corona secara global, berbagai kebijakan sudah diambil negara-negara demi melindungi kepentingan masyarakat. Salah satunya melarang bepergian ke negara asal sumber virus muncul yakni Tiongkok, China. Namun belakangan masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat dibuat geger.

Sebuah kapal motor asal Tiongkok masuk ke Sungai Kapuas tanpa izin. Kapal bernomor lambung 1530 berbendera Tiongkok itu berisi empat ABK warga negara asing.

Keempat ABK itu bernama Fu Hongbo, Luo Hansheng, Ye Youhua, dan Zhao Jianbing. Keempatnya berlayar pada(16/1) sekitar pukul 07.30 dari Pelabuhan Ghuang Zhou dan langsung menuju OB/Muara Pelabuhan Pontianak.

Yang Yang tiba di Pontianak pada (27/1) sekitar pukul 13.30. Sumber Pontianak Post dari Pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Pontianak membenarkan masuknya KM. Yang Yang berbendera Tiongkok ke perairan Sungai Kapuas, Pontianak.

“Iya benar. KM Yang Yang 1583 tidak melaporkan pra kedatangan pada saat masuk ke Muara Sungai Kapuas. Sehingga dari pihak Pos Laut Muara Kapuas menghubungi via radio VHF. Namun tidak ada jawaban dari pihak kapal,” kata pegawai KSOP Pontianak yang namanya minta tidak dikorankan.

Menurutnya, saat kapal itu masuk ke perairan Sungai Kapuas Pontianak, KSOP awalnya tidak berani memeriksa kapal dimaksud. Itu karena ditakutkan kapal membawa wabah Virus Corona, asal Wuhan. “Makanya KSOP tak mengetahui muatan kapal waktu itu,” ucapnya.

Koordinasi langsung dilakukan ke Kantor Kesehatan Pelabuahan (KKP) terkait pelaksanaan pemeriksaan KM. YANG YANG. Salah satunya mencegah dan mengantisipasi kemungkinan penyebaran Virus Corona ke wilayah Pontianak.

“Koordinasi ke Kantor Kesehatan Pelabuahan (KKP), pihak KSOP Kelas II Pontianak juga menghubungi pihak Jasa Keagenan Kapal supaya datang ke Pontianak untuk dimintai keterangan  mengenai permasalahan tersebut dan bersama sama memeriksa KM. Yang yang,” jelasnya.

Kapalnya itu akhirnya disegel agar tidak melarikan diri. Karantina KKP sudah memeriksa kapal dan empat ABK untuk kesterilan dari Virus Corona.

Pengurus KM. Yang Yang menyampaikan sejak awal masuk ke muara dan alur Sungai Kapuas disebabkan hilangnya 7 buah Accu. Kabarnya fungsi AIS kapal tak berfungsi dan termonitor saat masuk muara alur sungai kapuas,” kata Syamsul B, pimpinan didampingi stafnya Dewi.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji langsung bereaksi keras menyikapi kapal asing asal China yang tiba-tiba masuk ke perairan Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Dia meminta agar empat anak buah kapal (ABK) segera diisolasi dan diperiksa kesehatannya untuk mengantisipasi penyebaran virus korona. “Segera diisolasi agar jangan sampai membuat warga resah,” kata Sutarmidji Sabtu(1/2).

Sementara, warga pesisir Sungai Kapuas mengaku ketakutan dan khawatir  keberadaan kapal asing asal China yang masuk ke wilayah Sungai Kapuas ditengah mudahnya virus Corona asal Wuhan China menyebar dan sudah memakan korban jiwa.

“Kami khawatir dan takut. Penyebaran virus corona sangat cepat. Kami khawatir akan tersebar,” ucap Fahrul, seraya meminta  pemerintah dan stakeholder mengawasi lalu lintas kapal asing di Indonesia, termasuk di Sungai Kapuas, untuk mengantisipasi penyebaran virus mematikan ini. (den)

Read Previous

Di Balik Liputan ‘Sirip Terhidang, Hiu Menghilang’

Read Next

LPTQ Kalbar Kirim 4 Peserta MHQH

One Comment

  • Macam mane cerite bende sebesak ini bise masok ke perairan Kapuas tanpa sepengetahuan otoritas pelabuhan setempat. Hhhmmm…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *