Kaper BKKBN Pantau Pelayanan di Dua Daerah, Optimis 23 Ribu Layanan Akseptor se Kalbar Terserap

PONTIANAK-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat Barat, Tenny Calvenny Soriton melakukan pemantauan program sejuta Akseptor di fasilitas kesehatan yang ada di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, pada puncak Harganas, Senin (29/6). Ia optimis target kuota 23 ribu akseptor buat Kalbar dapat tercapai.

“Pelayanan sejuta akseptor ini merupakan program BKKBN pusat. Momentum perayaan Harganas ini, pelayanannya serentak dilakukan diseluruh Indonesia. Kalbar kebagian sekitar 23 ribuan program akseptor yang dilakukan diseluruh fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat,” ujar Kepala BKBBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton, usai melakukan peninjauan pelayanan akseptor di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Ia menjelaskan, masa pandemi covid-19 seperti ini jangan menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak mendatangi pelayanan kesehatan. Karena fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan walau dalam situasi seperti ini.

Pantauan dia saat petugas kesehatan memberikan pelayanan sejuta akseptor, semua petugas kesehatan dilengkapi dengan Alat Pelengkap Diri. Artinya semua pelayanan yang diberikan mengacu pada standar kesehatan covid-19.

Di Kalimantan Barat lanjutnya lebih dalam, mendapat kuota 23985, dari total sejuta akseptor seluruh Indonesia. Nantinya, setiap pemasangan alat kontrasepsi difasilitas kesehatan yang ada di Kalbar akan melakukan pelaporan secara online ke pusat. Tujuannya guna merekap data-data yang telah masuk. Waktunya dimulai dari pukul 00.00 wib sampai pukul 14.00 wib siang.

“Dari laporan yang saya dapat, Kalbar sudah melakukan 10 persen pelayanan. Saya yakin kuota yang diberikan itu terserap semuanya,” kata Tenny.

Semakin yakinnya Tenny bahwa program sejuta akseptor di Kalbar bisa sukses, usai melihat antusias masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan untuk ikut serta pada program ini. Ia menambahkan selain pemberian pelayanan kesehatan di fasilitas rumah sakit dan puskesmas, BKKBN juga melakukan jemput bola yang dilakukan oleh petugas PKB dan PLKB dengan sasaran ke desa dan tingkat kelurahan.(iza)

loading...