Kapuas Hulu pun Gelar Salat Istisqa

KHUSYUK BERDOA: Jemaah salat istisqa yang diikuti perwakilan Forkopimda, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat terlihat begitu khusyuk berdoa, dalam ibadah yang berlangsung di Masjid Wira Pratama, kemarin. PAGE FACEBOOK POLRES KAPUAS HULU

PUTUSSIBAU – Umat Islam di Kabupaten Kapuas Hulu juga melaksanakan salat Istisqa di Masjid Wira Pratama Polres Kapuas Hulu, kemarin. Salat meminta hujan ini dihadiri jajaran Forkopimda, TNI, Polri, dan seluruh wlemen masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu.

Salat yang digelar untuk meminta agar diturunkannya hujan ini, dikarenakan musim kemarau yang panjang. Harapan agar segera diturunkan hujan demi mengurangi potensi asap akibat kebakaran lahan dan hutan (karhutla).

Pelaksanaan salat Istisqa ini dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam kesempatan itu, Ustaz Mawar Susardi selaku khatib menjelaskan bahwa Istisqa secara bahasa adalah meminta turun hujan. “Secara istilah yaitu meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan dengan cara tertentu ketika dibutuhkan hamba-Nya,” kata dia.

Hukum pelaksanaan salat Istisqa, dikatakan dia, adalah sunah muakadah, di mana ketika terjadi musim kering atau kemarau dan boleh dilakukan beberapa kali sampai hujan turun. Ia juga berpesan umat Islam untuk memperbanyak istighfar pada hari istisqa, sesuai dengan firman Allah SWT bahwa persyaratan agar Allah menurunkan hujan adalah banyak memohon ampun.

Tak hanya di Kapuas Hulu, Pemerintah Provinsii (Pemprov) Kalbar juga menggelar pelaksanaan salat Istisqa. Ribuan orang dari berbagai unsur komponen masyarakat mengikuti pelaksanaan salat di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (18/9) pagi. Mereka bersimpuh duduk sama rata, berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan di Bumi Khatulistiwa ini.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, semua upaya telah dilakukan untuk menangani karhutla di Kalbar. Hampir sepanjang hari, diakui dia, mulai pagi, siang, sore hingga malam para petugas terus berjibaku memadamkan api. Selain itu, sosialisasi maupun penindakan juga telah dilakukan mereka secara maksimal. Karena itu, menurut dia, upaya-upaya yang telah dilakukan perlu dilengkapi dengan menggelar salat istisqa berjemaah. Sebagai bangsa yang beragama, dia yakin semua pihak tentu berharap pada tangan Tuhan agar menurunkan hujan di daerah ini.

“Insyallah biasanya kalau sudah salat istisqa, berarti akan hujan. Karena kita mulai dengan istigfar, artinya kita taubat dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan selama ini,” ungkapnya ditemui usai pelaksanaan salat. (arf)

Read Previous

Lomba Balita Indonesia Sehat Kayong Utara

Read Next

Puluhan Karyawan PLN Turun ke Jalan Bagikan 10 Ribu Masker

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular