Karena Corona, Arwana Gagal Masuk China

Kepala BKIPM Pontianak, Miharjo

PONTIANAK – Ekspor ikan arwana di Kalimantan Barat (Kalbar) ke China pada Bulan Januari 2020 turun drastis. Sebabnya, lantaran akses yang ditutup sebagai dampak dari mewabahnya virus corona di negara itu. Sejumlah eksportir membatalkan rencana ekspor ikan hias tersebut.

“Khusus Januari, kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penurunan ekspor ikan arwana turun 50 persen,” ungkap Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Pontianak, Miharjo, Senin (3/2).

Pada Januari 2019, sebut dia, total arwana yang berhasil diekspor ke Negera Tirai Bambu tersebut, mencapai 5560 ekor, sedangkan Januari tahun ini hanya diekspor sebanyak 2750 ekor. Angka ini menurutnya menurun drastis karena sebanrnya dari ketersediaan dan permintaaannya cenderung stabil. Penurunan ini, kata dia, tak lain karena mewabahnya virus corona di negara tersebut, dan telah menjadi darurat kesehatan global.

“Kemarin sebelum kebijakan ditutupnya penerbangan dari dan menuju China ditutup, masih ada eksportir yang berhasil mengekspor arwana. Tetapi setelah ada kebijakan itu, dua perusahaan membatalkan, karena tidak ada penerbangan ke sana,” jelas dia.

Menurutnya, China merupakan negara tujuan ekspor arwana terbesar dari Kalbar, terutama untuk jenis arwana super red. Secara umum, China juga menjadi negara tujuan terbesar ekspor ikan hias dari Kalbar, baik itu jumlah maupun nilai ekspornya. Tahun 2019 saja, ekspor ikan arwana dari Kalbar mencapai 80 ribu ekor, yang mana 74,2 ribu di antaranya dieskpor ke China.

“Sehingga penutupan rute penerbangan dari dan ke China ini sangat terasa pengaruhnya, karena negara itu negara tujuan ekspor ikan hias yang utama,” tutur dia. (sti)

loading...