Karhutla 714 Ha Hangus

KARHUTLA: SDN 19 Telayar menjadi korban kasus karhutla di Kabupaten Mempawah belum lama ini//WAHYU/PONTIANAKPOST

Empat Titik Api Belum Padam
 
MEMPAWAH– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mengungkapkan luas lahan yang terbakar dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 714,5 hektar. Terdapat 14 titik api yang tersebar di sejumlah kecamatan di wialyah tersebut.

“Sampai saat ini, kami masih terus bekerja keras memadamkan titik api diwilayah Kabupaten Mempawah. Kami mencatat sedikitnya ada 14 titik api. Ada yang sudah berhasil ditanggulangi, dan ada pula yang belum,” aku Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, H Hermansyah kepada Pontianak Post, Kamis (22/8) sore di Mempawah.

Sejumlah kasus karhutla yang telah berhasil ditanggulangi, ungkap Hermansyah yakni karhutla di Dusun Telayar yang menghanguskan sekitar 350 ha. Kemudian, karhutla di Desa Sungai Rasau yang diperkirakan merusak 10 ha lahan kosong.

“Ada pula kasus karhutla di Parit Latong, Parit Mambo, Parit Baru yang total lahan terbakar mulai dari 0,5 hingga 6 ha, semua lokasi ini sudah berhasil ditanggulangi petugas dilapangan,” tuturnya.
Selanjutnya, timpal Hermansyah, lokasi lain yang juga telah berhasil ditanggulangi petugas yakni karhutla di Desa Sekabuk dengan areal terbakar 4 ha, Dusun Tekam Baru seluas 3 ha, Moton Tinggi 3 ha, Dusun Kembang Lada 2 ha dan sepok merah 2 ha.

“Saat ini masih terdapat 4 titik api yang belum berhasil ditanggulangi. Yakni, Anjongan Dalam seluas 250 ha, Desa Galang 12 ha, Sebukit Rama 50 ha dan Dusun Moton seluas 20 ha. Petugas kami masih berusaha memadamkan titik api di 4 lokasi itu,” terangnya.
Hermansyah memastikan pihaknya terus berupaya keras memadamkan titik api yang ada di wilayah Kabupaten Mempawah. Karena itu, BPBD senantiasa berkoordinasi dengan TNI/Polri, Manggala Agni hingga komponen masyarakat setempat untuk bahu-membahu mengatasi karhutla.

“Tim gabungan selalu bekerja maksimal untuk memadamkan titik api diwilayahnya. Seperti di Desa Pasir dan Anjongan Dalam, setiap hari petugas gabungan turun kelapangan untuk memadamkan titik api. Walau pun sulit, kami tidak pernah menyerah untuk mencoba memadamkan titik api,” tegasnya.

Hermansyah mengakui, banyak faktor yang menjadi kendala petugas dalam memadamkan titik api. Misalnya, faktor kandungan gambut membuat lahan semakin mudah terbakar dan menyebar ke lingkungan sekitarnya.

“Kondisi ini diperparah dengan cuaca panas dan angin kencang yang menyebabkan api mudah sekali meluas. Sehingga titik api yang muncul diwilayah itu sulit untuk dikendalikan. Sebab, semakin luas sebaran api maka semakin sulit pula dijangkau petugas,” pendapatnya.

Karenanya, dia berharap masyarakat aktif melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api dilingkungannya. Secepatnya sampaikan informasi kepada petugas setempat agar dapat segera dilakukan pemadaman, sebelum titik api tersebut menyebarluas.

“Akan lebih baik jika masyarakat pro aktif ikut memadamkan. Ketika melihat ada titik api, langsung dipadamkan. Sehingga api tidak menyebarluas dan membakar lingkungan di sekitarnya,” harap dia mengakhiri.(wah)

Read Previous

Polisi Limpahkan Mobil Mewah Ilegal Asal Malaysia

Read Next

Sukacita Kelahiran Cucu Pertama Gubernur Kalbar