Karhutla Hanguskan SDN 19 Telayar

LUDES: Bangunan SDN 19 Telayar, Dusun Sejegi, Mempawah Timur yang ludes terbakar. WAHYU/PONTIANAKPOST

Aksi Heroik Warga Padamkan Api di HUT RI

MEMPAWAH – Setelah hampir sebulan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah masih terus berlangsung. Bahkan, bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Telayar ikut ludes terbakar, Sabtu (17/8) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kebakaran yang menghanguskan empat lokal belajar SDN 19 Telayar itu terjadi tepat di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI tahun 2019. Perjuangan warga Dusun Telayar untuk menyelamatkan bangunan sekolah pun berlangsung heroik. Berjam-jam, warga berjibaku memadamkan api yang menjalar dari bagian dalam tanah gambut.

Menurut saksi mata, titik api muncul dari belakang rumah warga yang berada di sekitar bangunan SDN 19 Telayar sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, salah seorang pemilk rumah, Yuni mengetahui api yang mulai menjalar mengancam bangunan rumahnya.

Sadar akan ancaman tersebut, Yuni pun mencoba memadamkan api menggunakan mesin yang sudah disediakan oleh pemerintah desa setempat. Mesin pemadam memang disiapkan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu api membesar. Yuni seorang diri bergegas menyalakan mesin dan mulai menyemprotkan air.

Ia berjuang sekuat tenaga untuk memadamkan api. Namun, tiupan angin yang kencang menyebabkan api semakin membesar. Yuni pun mulai kewalahan dan panik melihat api semakin tak terkendali. Tak habis akal, ia kemudian berlari menuju ke perkampungan untuk meminta bantuan warga Dusun Telayar.

Namun saat itu, banyak warga Dusun Telayar sedang meninggalkan rumah untuk menyaksikan lomba sampan memeriahkan Hari Kemerdekaan yang dilaksanakan di Sungai Sejegi. Alhasil, hanya seorang warga bernama Saufi yang berhasil ditemuinya. Mereka berdua lalu bergegas kembali ke lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Yuni dan Saufi bekerjasama menyemprotkan air ke arah tanah di sekeliling rumahnya untuk mencegah api memakan bangunan. Setelah kurang lebih satu jam, mereka kehabisan bahan bakar. Mesin pemadam pun mati total dan tak bisa menyemprotkan air.

Tak mau menyerah begitu saja, Yuni kembali menuju ke kampung untuk mencari bahan bakar agar bisa menyalakan mesin. Meski harus melewati jalan ratusan meter, Yuni mengayuh sepedanya untuk mendapatkan bahan bakar dan kembali menghidupkan mesin pemadam.

Usaha Yuni membuahkan hasil. Dirinya mendapatkan bahan bakar dan berhasil menyalakan kembali mesin pemadam. Akan tetapi, tanpa disadarinya, api yang semula menuju ke bangunan rumahnya justru mengarah ke bangunan SDN 19 Telayar. Kontan saja, Yuni dan Saufi kewalahan harus menjaga dua lokasi itu.

Secara perlahan, api mulai menjilati bangunan sekolah. Sekitar pukul 14.00 WIB, api berhasil merobohkan bangunan sekolah. Yuni, Saufi beserta sejumlah warga dan petugas yang mencoba memberikan bantuan hanya bisa tertegun melihat satu-satunya sekolah yang mendidik anak-anak di Kampung Telayar rata dengan tanah.

Kini, anak-anak Kampung Telayar sudah tak lagi memiliki tempat untuk menimba ilmu. Bangunan sekolah yang menampung murid kelas 2 dan 6 itu sudah tinggal puing. Aktivitas belajar mengajar pun tinggal kenangan dalam benak anak-anak dan warga Kampung Telayar, Desa Sejegi.

Kapolsek Mempawah Timur, IPDA Suwanto membenarkan karhutla yang menghanguskan bangunan SDN 19 Telayar. Menurutnya, api bermula dari salah satu lahan milik warga setempat yang menyebar ke arah bangunan sekolah. Faktor lahan gambut menyebabkan api sulit dipadamkan.

“Warga dan petugas sudah berusaha keras untuk memadamkan api. Tapi memang kondisi lahan gambut menyebabkan api sulit dikendalikan. Akhirnya, bangunan sekolah terbakar,” terang Suwanto.

Polisi memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh warga selamat dan tidak ada yang cedera. Saat kebakaran itu berlangsung, aktivitas belajar mengajar sedang libur.

“Memang hari ini (kemarin) sekolah sedang libur. Sebab, perayaan HUT ke-74 RI hingga anak-anak diliburkan,” tegasnya.

Saat ini, Suwanto menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber titik api yang menghanguskan bangunan SDN 19 Telayar. Pihaknya juga mengamankan lokasi kebakaran agar tidak membahayakan keselamatan warga setempat maupun petugas yang masih melakukan pendinginan lokasi.

“Anggota kami masih stanby di TKP untuk melakukan penyelidikan, pengembangan dan pengamanan lokasi. Kita menggali informasi sebanyak mungkin untuk mengetahui sumber titik api ini,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, H Hermansyah menyebut upaya penanggulangan sudah dilakukan maksimal. Dirinya pun telah menempatkan regu pemadam untuk memantau dan mengawasi perkembangan titik api di Dusun Telayar.

“Sejak awal kami sudah membentuk regu yang setiap hari mengawasi dan memantau kondisi api di Dusun Telayar. Sebab, karhutla di Telayar sudah berlangsung cukup lama. Karenanya, selalu kita awasi setiap hari,” tuturnya.

Hanya saja, aku Hermansyah, momentum  HUT ke-74 RI menyebabkan aktivitas pengawasan kendor. Sebab, sejumlah petugas BPBD Kabupaten Mempawah mengikuti berbagai kegiatan perayaan. Mulai dari upacara penurunan bendera hingga pawai budaya yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Aktivitas hari ini cukup padat. Petugas kami mengikuti beberapa agenda kegiatan diuar. Termasuk masyarakat di Dusun Telayar mayoritas keluar kampung untuk menyaksikan keramaian perayaan kemerdekaan,” tukasnya.

Wacana Pemindahan Sekolah

Menyikapi peristiwa ini, Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah mewacanakan pemindahan sekolah. Dari informasi yang dikumpulkan Pontianak Post, SDN 19 Telayar memiliki empat ruangan yang digunakan untuk belajar dan kantor guru. Ada pula toilet untuk mendukung aktivitas belajar. Hanya ada dua tingkatan kelas di sekolah ini,  yaitu kelas II yang dihuni empat siswa, dan kelas VI yang mendidik delapan siswa.

Plt Kepala Disdikporapar Kabupaten Mempawah, Drs. Sawardi mengaku masih melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 19 Telayar terkait musibah kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan sekolah.

“Malam ini juga saya langsung memanggil Kepsek SDN 19 Telayar untuk membicarakan masalah kebakaran ini. Kami harus berdiskusi lebih dulu sebelum membuat keputusan terbaik,” katanya saat dihubungi Pontianak Post, Sabtu (17/8) malam.

Sawardi menyebut, salah satu opsi yang mungkin bisa dilakukan pihaknya yakni dengan memindahkan aktivitas belajar mengajar siswa SDN 19 Telayar. Namun, dia belum bisa memastikan para siswa akan dipindahkan ke sekolah mana.

“Kita masih mencari dan mempertimbangkan sekolah yang terdekat dengan tempat tinggal siswa di Kampung Telayar. Kami masih melakukan pengkajian untuk mencarikan solusi terbaiknya,” tegas Sawardi.

Sawardi memastikan siswa-siswi SDN 19 Telayar tetap mendapatkan pelayanan pendidikan sebaik mungkin. Aktivitas belajar mengajar anak-anak tidak akan terganggu meskipun bangunan sekolah miliknya sudah rata dengan tanah.

“Nanti akan kami informasikan seperti apa kebijakan untuk siswa-siswi SDN 19 Telayar ini. Yang pasti kita upayakan agar anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran sebagaimana mestinya,” janji Sawardi.

Kepala Desa Sejegi, Muhammad Idris berharap Pemkab Mempawah melalui Dinas Pendidikan dapat mencarikan solusi terbaik terhadap persoalan itu.

“Bagaimana pun anak-anak membutuhkan sarana untuk belajar. Mudah-mudahan Dinas Pndidikan secepatnya dalam membuat kebijakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa SDN 19 Telayar. Mungkin solusi terbaiknya dipindahkan sementara ke sekolah lain yang dekat dengan lingkungan kampung,” pendapatnya.

Ke depan, Idris berharap Pemkab Mempawah dapat membangun kembali fasilitas pendidikan di Dusun Telayar. Sebab, anak-anak di Kampung Telayar sangat membutuhkan sarana prasarana pendidikan.

“Kita berharap bisa dibangunkan sekolah baru dengan fasilitas yang baik. Kedepan perlu dikaji lokasi bangunan sekolah supaya ditempatkan di lokasi yang lebih aman. Agar kejadian seperti ini (kebakaran) tidak terulang lagi,” tukasnya.(wah)

 

Read Previous

Hindari Hat-trick Kalah

Read Next

PDHI Cabang Kalbar Cegah Rabies

Tinggalkan Balasan

Most Popular