KARHUTLA SMKN 1 Sungai Raya Segera Dibangun

Edy R. Yacoeb Ketua Komisi V DPRD Kalbar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat satu arah dalam menyikapi Karhutla yang menjalar ke ruang kelas dan perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruaan Negeri (SMKN 1) Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Solusi menganggarkan kembali pembangunan kembali gedung baru, sedang dirancang menyeluruh.

Harapannya selain buat mengakomodir anggaran pembangunan, juga nasib para pelajar yang sedang belajar di tengah pandemi Covid-19 termasuk Karhutla ini. Edy R. Yacoeb, Ketua Komisi V DPRD Kalimantan Barat menyebutkan bahwa Komisi V DPRD Kalbar siap mengganggarkan pembangunan ruang kelas dan perpustakaan yang terbakar di SMK Negeri 1 Sungai Raya, Kubu Raya.

“Memang harus dianggarkan kembali melalui mekanisme dana APBD Provinsi Kalbar. Hanya lewat metodenya apa? APBD Kalbar 2021 sudah jauh hari ketuk palu. Idealnya menunggu APBD Perubahan 2020 atau APBD murni 2022. Apalagi sifatnya harus tender mungkin,” katanya, Senin(1/3) di Singkawang.

Komisi V DPRD Kalbar juga sedang memikirkan cara, apakah dimungkinkan dibangun kembali dengan mekanisme dana tanggap darurat atau dana dari Kemendikbu. Sebab bangunan sekolah tersebut memang harus terealisasi, meski sedang didera Covid-19. Nasib murid dan guru dalam mengikuti kegiatan persekolah memang kosong di tengah liburan karena Covid-19 dan juga Karhutla di Kalbar. “Intinya kami masih rapatkan, apakah ada dari dana tanggap darurat dan diperbolehkan. Atau diperbolehkan menggeser anggaran. Atau memang di ABT atau murni 2022. Solusi terbaik sedang kami pikirkan,” ucapnya.

Politisi gaek Golkar Kalbar ini memang tidak memungkiri bencana Karhutla bisa menimpa bangunan apa saja di Kalbar. Diperlukan pengawasan menyeluruh dan terpadu terhadap bangunan publik, di mana saja sekarang. Bangunan sekolah yang berada di kawasan tanah gambut lainnya juga harus diwaspadai. “Libatkan komponen masyarakat buat menjaga, sekolah kita semua,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sugeng Hariadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menyebutkan bahwa ruang kelas dan perpustakaan terbakar akan diusulkan anggarannya kembali nanti. “Untuk sekarang, kan anak-anak masih belajar online. Tidak begitu masalah soal gedung bangunan yang kemarin terbakar, sambil kami memproses dan menunggu perencanaan anggarannya. Apalagi di luaran bahwa SMK ada pelajaran praktek. Jadi, tidak jadi masalah ruang kelas kurang 1 dan 2,” ucapnya.

Disdikbud sendiri akan fokus mengejar apakah bisa dianggarkan pada Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2021. Sebab, nantinya bakalan terjadi proses tender dan mengejar waktu pelaksanaan pekerjaan. “Takutnya waktu tidak terkejar untuk proses tender saja memakan waktu 45 hari. Apalagi nantinya jika dana anggaran perubahan jelang tutup tahun 2021. Idealnya memang masuk APBD murni 2022,” tukasnya.

Meski demikian, Disdikbud Kalbar tetap menunggu arahan pimpinan seperti apa. Jika nantinya pimpinan minta dipercepat, pihaknya juga akan mengupayakan progres anggaran tentu tidak melanggar aturan. “Cepat lebih baik tetapi dengan syarat tidak melanggar aturan,” ucap dia.

Disdikbud Kalbar sendiri menginginkan bahwa usulan anggaran pembangunan gedung SMK Negeri 1 Sungai Raya tidak hanya dari ruang perpustakaan dan ruang kelas terbakar, tetapi dana pembuatan parit keliling dengan pagar menahan api juga dapat dibangun. Tujuannya agar ke depan lokasi sekolah yang berada di lahan kering dan gambut tidak mudah dijalar apidari Karhutla. (den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!