Kasih Ai Xin Terus Mengalir Membantu Masyarakat Kurang Mampu

Melalui motto Kasih Tiada Batas Perkumpulan sosial Wadah Himpun Kasih atau Ai Xin selalu merespon setiap info sosial dengan cepat dan konsisten. Komunitas ini menebar kasih kepada kaum kurang mampu yang memerlukan bantuan dengan prinsip langsung, tepat, benar, jelas, selektif dan terbuka serta penuh kasih.
Senin (20/10) Tim Sosial Ai Xin tiba di RSU Antonius. Setelah melapor dan minta izin dengan petugas keamanan RS , mereka ke ruang Boromeus kelas 3 di lantai 1. Mereka mengunjungi Tan Soi Hia , perempuan usia 67 tahun dari keluarga kurang mampu yang terbaring lemas karena tulang pahanya patah karena terjatuh. Akibat kejadian ini kakinya membengkak besar dan infeksi berat. Sesuai hasil pemeriksaan medis dia harus segera dioperasi. Ai Xin serahkan kasih sebesar Rp.3.000.000. “Ibu terimalah, ini kasih peduli tulus dari Ai Xin, semoga bermanfaat dan turut ringankan beban, kami doakan ibu cepat sembuh. Dan hubungilah kami jika ada keperluan mendesak,” kata Bu Suhadi yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Tim Sosial Ai Xin tebar bantuan langsung kepada masyarakat kurang mampu.
Kemudian tim Ai Xin menuju ruang ICU untuk menjenguk Philipus , seorang pasien asal Nanga Pinoh yang baru selesai menjalani operasi infeksi dan pendarahan lambung. Pria lajang umur 62 tahun ini, dua hari lalu mendapat bantuan sebesar Rp.5.000.000 dari Ai Xin. Dari RSU Antonius tim sosial Ai Xin menuju ke jalan Cendana , menelusuri Gang Cendana 6 mereka masuki sebuah rumah sangat sederhana. Di sini mereka memberi kasih sebesar Rp.3.000.000 kepada Sukendar. Tulang punggung keluarga sederhana berusia 57 tahun yang menderita sakit tumor ganas di bagian punggung . Akibat sakit yang diderita , badan Sukandar tergerogot kian kurus dan semakin lemah serta telah tidak mampu lakukan aktifitas sehari hari sebagai pegawai kecil swasta .
Keluar dari jalan Cendana , tim Ai Xin dengan berjalan kaki memasuki Gang 4 Jalan Beringin. Tiba disebuah rumah kecil, mereka mereka melihat dekat seorang nenek tua berusia 81 tahun yang terbaring kakuh di lantai tanpa kasur karena stroke. Di ruang yang pengap ini nenek Lim Keng Noi hanya hidup bersama dan dirawat seadanya oleh seorang adik perempuannya yang berumur 67 tahun yang juga sakit-sakitan. Melihat kondisi prihatin kedua lansia ini, tim Ai Xin memberikan kasih sebesar Rp.3.000.000. kemudian tim sepakat menugasi salah seirang anggota tim yang tinggal berdekatan dengan lokasi agar melihat dekat dan memperhatikan kondisi kedua lansia ini secara waktu berkala .
Tim Ai Xin selalu mengakhiri setiap aktifitas bagi kasih dengan melakukan doa bersama , memohon Tuhan melindungi mereka yang sedang derita karena terimpah musibah , dan sembuhkan mereka yang sakit, sambil ucapkan syukur Ai Xin diberi kesempatan untuk bisa terus berbagi kasih kepada seudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. “Syukur dan terima kasih kami diberi kesempatan melayani sesama dan menjadi duta kasihNya,” kata Khow Khiok Miang kepada Pontianak Post.
Anggota tim yang bertugas antara lain Suhadi SW dan istri , Gow Nguan Hui, Lim Tia Khui, Lau Lie Khiang, Tan Lie Hun, Khow Khiok Miang, Tio Liak Chai . (mrd)

Read Previous

Disperindag Kalbar Dorong Industri Pengemasan Migor

Read Next

Kalbar Menangi Laga Perdana Pra-PON Bola Tangan



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *