Kasus Pemerkosaan Oknum Satlantas, Pihak Pelaku Bujuk Keluarga Berdamai

ilustrasi jawapos.com

PONTIANAK – Kasus persetebuhan terhadap anak, yang diduga dilakukan oknum Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak, bernisial DY menyorot perhatian publik.

Komisi Perlindugan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, memastikan telah memberikan perlindungan khusus kepada korban dan keluarganya.

Perlindungan khusus itu diberikan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Menanggapi masalah ini, kami melakukan beberapa langkah. Pertama memberikan perlindungan khusus kepada korban, keluarga dan saksi,” kata anggota KPPAD Kalbar, Nani Wirdayani, Minggu (19/9).

Nani mengatakan, untuk proses hukum korban sudah didampingi tim pengecara dan terhadap korban dilakukan pendampingan.

Pasalnya, pada Mingu 19 September, orangtua korban menerima telepon dari orang yang mengaku ibu pelaku dan mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai polisi, mengajak keluarga korban untuk bertemu guna menyelesaikan masalah persetubuhan tersebut secara kekeluargaan.

Dari rekaman yang diterima Pontianak Post, wanita itu menghubungi ayah korban. Wanita yang mengaku orangtua pelaku, meminta agar ia dapat bertemu dengan keluarga korban untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

“Biar kami yang pergi ke rumah bapak, ngobrol-ngobrol saja. Ambil enaknya,” kata wanita itu berbicara di dalam telepon.

Setelah menerima telepon dari wanita yang mengaku ibu pelaku, orangtua korban kembali menerima telepon dari orang yang mengaku polisi.

Dari rekaman telepon yang diterima Pontianak Post, orang yang mengaku polisi itu mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.

Masih dari rekaman yang diterima Pontianak Post, polisi itu mengatakan, memang ada kesalahan pada kejadian itu. Tetapi pihak keluarga ingin bertemu ada yang ingin disampaikan.

Oknum tersebut mengatakan, pelaku pasti dikenakan sanksi. Tetapi bisakah masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan dan laporan pidana umum itu pihak keluarga dapat mempertimbangkan. Dan kedepan apakah ada permintaan keluarga, yang intinya mengambil jalah tengah.

Namun meski diminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan, orangtua korban menolak untuk kasus diselesaikan secara damai. (adg)

error: Content is protected !!