Kasus Pencurian Uang Rp86 Juta di Toba, Mengaku Korban, Ternyata Pelaku

DIAMANKAN: Kedua pelaku pembuat laporan palsu kasus pencurian uang Rp86 juta di Dusun Natai, Desa Balai Belungai, Kecamatan Toba, berhasil diamankan jajaran Polsek Toba beserta sejumlah barang bukti. ISTIMEWA

SANGGAU – Modus pencurian uang gaji karyawan PT. Berkat Putra Mandiri (BPM) berhasil dibongkar Kepolisian Sektor (Polsek) Toba. Korban berinisial EK, rupanya ingin memperdaya aparat dengan melapor sebagai korban pencurian dengan tindakan kekerasan.

Kepolisian yang mencurigai yang bersangkutan akhirnya membongkar kasus itu melalui sejumlah rangkaian penyelidikan. Hasilnya, pencurian tersebut diakui yang bersangkutan sengaja direncanakan, untuk menguasai uang senilai Rp86 juta dan satu unit laptop perusahaan.

Kapolres Sanggau, AKBP Raymond Marcelino Masengi menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan laporan EK, Senin (6/7) sekira pukul 10.30 WIB. EK ketika itu, menurut Kapolres, mengaku menjadi korban pencurian dengan tindakan kekerasan di Jalan Trans Kalimantan, Dusun Natai, Desa Balai Belungai, Kecamatan Toba. Dari keterangan yang bersangkutan kepada kepolisian saat itu, pelaku memecahkan kaca pintu mobil bernomor polisi KB 1465 SZ tersebut.

“Keterangan awal, tersangka EK mengarang cerita di Jalan Trans Kalimantan Dusun Natai, Desa Balai Belungai, saat mengemudikan mobil,” ujar Kapolres. Masih menurut Kapolres, berdasarkan keterangan yang bersangkutan ketika itu, tiba-tiba saja datang sepeda motor berwarna hitam, yang dikemudikan oleh dua orang tidak dikenal, kemudian memukul kaca depan sebelah kanan sebanyak satu kali dengan menggunakan besi. “Keduanya menggunakan helm hitam dan jaket hitam merah,” ucap Kapolres menceritakan kembali laporan pelaku.

EK, menurut Kapolres, berdasarkan laporannya, membanting stir kendaraan dan berhenti di sebelah kiri bahu jalan. “Kemudian yang dibonceng sepeda motor tersebut langsung memecahkan kaca depan dan belakang sebelah kanan, selanjutnya mengambil tas yang berisikan laptop dan uang gaji karyawan senilai Rp86 juta,” ungkap Kapolres. “Setelah itu pelaku kabur melarikan diri ke arah Tayan. Pelaku ini selanjutnya melaporkan karangan cerita perampokan ke Polsek Toba,” timpalnya.

Setelah melaksanakan serangkaian penyelidikan, pihaknya curiga terhadap kronologis yang dilaporkan tersangka dengan fakta di lapangan. Hasil interogasi awal yang mereka lakukan membuahkan hasil. Kepada mereka, tersangka bersama seorang rekannya mengaku telah mengarang cerita sebagai korban perampokan untuk menguasai uang gaji karyawan tersebut. (sgg)

loading...