Kasus Penganiayaan Berujung Damai

DAMAI: Proses mediasi kasus penganiayaan warga di Mapolsek Sengah Temila, Senin (6/7). ISTIMEWA

Penyelesaian Tempuh Hukum Adat

NGABANG – Tindak penganiayaan yang terjadi antara dua warga Desa Sidas berakhir damai di Mapolsek Sengah Temila, Senin (6/7). Kedua warga yang berseteru setuju untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara hukum adat.

“Permasalahan tersebut diselesaikan secara musyawarah mufakat yang dituang dalam surat pernyataan bersama bahwa pelaku bersedia membayar adat perkelahian di rumah orang,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sengah Temila Aiptu P. Eko Kusyunianto, usai mediasi.

Ia menjelaskan, pelapor sepakat untuk mencabut laporan pengaduan di Polsek Sengah Temila setelah pembayaran adat selesai dan menganggap permasalahan yang ada telah selesai

“Kedua belah pihak sepakat tidak tuntut menuntut hingga ke pengadilan, mengingat permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara mufakat kekeluargaan dan adat istiadat yang berlaku,” katanya.

Ia pun mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas Desa Sidas yang dapat mengupayakan penyelesaian masalah di desa binaannya tersebut. Sehingga tak masuk ke ranah hukum positif.

Mediasi tersebut, menurutnya, telah menghadirkan sejumlah saksi, dan Pesirah atau Perangkat Adat Dusun Sidas Daya, Mikael yang memutuskan perkara penganiayaan tersebut. “Selama pelaksanaan mediasi tersebut berjalan dengan aman dan lancar,” tutupnya. (mif)

loading...