Putus Mata Rantai Covid-19 dengan Tidak Mudik

PONTIANAK—Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Suriansyah meminta masyarakat Kalimantan Barat yang berada di perantauan luar Kalbar sendiri maupun terbatas jarak antar 14 Kabupaten/Kota tidak melakukan pulang kampung atau mudik menghadapi perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Ini sekaligus sebagai langkah dalam mensosialisasikan pencegahan dan penularan virus Covid-19,” ungkapnya baru-baruini di Pontianak.

Menurutnya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kalimantan Barat, hanya dapat dilakukan apabila tidak ada interaksi dengan masyarakat.

“Makanya, kami (DPRD) menghimbau masyarakat perantauan atau terjarak antar 14 kabupaten/kota saja di lingkungan Kalbar tidak melalukan mudik atau pulang kampung untuk sementara waktu, sambil menunggu meredanya wabah Covid-19,” ujarnya.

Namun, sambungnya, apabila tetap memaksakan mudik ditakutkan bahwa pelaku mudik justru akan menjadi pembawa wabah alias virus Covid-19 ke kampung halamannya. Sebab, banyak kasus terjadi ternyata penyebaran virus rentan ditularkan, secara tak sengaja ketika ada orang baru datang. ”Nah, ada baiknya larangan mudik dari pemerintah wajib kita patuhi. Demi sama-sama memutus mata rantai Covid-19,” ucap politisi Gerindra Kalbar ini.

Dia menambahkan bahwa perkembangan penularan virus Covid-19 masa sekarang ternyata datangnya orang dengan tanpa gejala. Jelas ini harus diwaspadai dan benar-benar diawasi. Makanya menghindari penyebaran virus mematikan tersebut sebaiknya sementara tidak mudik ke kampung halaman.

Tidak mudik, sambungnya, jelas berdampak mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di Kalbar. Virus tidak akan datang secara sengaja atau tidak, apabila si pembawa tetap berada di tempat tinggalnya sekarang. Harapan seluruh komponen adalah tetap bisa merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah di tempat masing-masing tanpa mengurangi artinya.(den)

error: Content is protected !!