Kaum Perempuan Terlibat Peredaran Narkotika

NARKOBA: Barang bukti narkotika dan lainnya yang diamankan dari tangan L, seorang perempuan yang diduga edarkan sabu sabu.OZY/PONTIANAK POST

SAMBAS-Peredaran narkotika di Kabupaten Sambas, terus terjadi. Tak hanya para laki-laki yang ditangkap pihak kepolisian dengan dugaan mengedarkan narkotika. Tapi diantaranya adalah dari kalangan perempuan.

Seperti yang diamankan jajaran Polres Sambas baru-baru ini. Yakni, perempuan berinisial L (23) warga Kecamatan Sambas diamankan karena kepemilikan narkotika jenis sabu sabu. “Dari tangan L, didapati paket klip transparan yang berisikan butiran kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu yang terbungkus kertas timah rokok yang disimpan didalam bungkus rokok dengan Bruto 2,51 Gram,” kata Kapolres Sambas melalui Kasat Narkoba, IPTU Wismo Harjanto.

Penangkapan L, bermula adanya informasi dari masyarakat jika L diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan penyamaran pembelian. “L diketahui melakukan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Sebawi. Petugas Kepolisian melakukan pembelian terselubung,” katanya. Setelah terjadi kesepakatan, L dengan petugas yang melakukan penyamaran pembelian, bertemu di sebuah pondok yang ada di Kecamatan Sebawi. “Setelah bertemu, L kemudian ditangkap pada 13 Oktober 2021 sekitar pukul 17.00 WIB, untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Sambas bersama barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya.

Dalam perkara ini dan adanya barang bukti berupa sabu. L saat ini disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain butiran kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 2,51 Gram. Juga disita sejumlah barang bukti lain, diantaranya tas, satu paket klip transparan yang berisikan butiran kristal putih yang diduga narkotika jenis shabu yang terbungkus Tisu, dua pipet warna merah putih.

Kemudian satu paket klip transparan yang berisikan butiran kristal putih yang diduga narkotika jenis shabu yang terbungkus kertas timah rokok di dalam bungkus rokok serta satu unit  Handphone yang digunakan L untuk bertransaksi. Peredaran narkotika jenis sabu yang terjadi di Kabupaten Sambas, bahkan yang diduga dilakukan seorang perempuan, mengundang keprihatinan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin.

Dirinya berharap, sesegera mungkin adanya Badan Narkotika Kabupaten di Sambas. “Jika ada BNK Sambas, diharapkan sosialisasi dan pencegahan keterlibatan warga dalam peredaran barang haram ini bisa diminimalisir,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas.

Politisi PDI Perjuangan Sambas ini pun mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati Sambas yang memiliki keinginan membentuk Badan Narkotika Kabupaten Sambas secepatnya. “Kami sampaikan apresiasi kepada kepala daerah yang mendorong segera ada Badan Narkotika Kabupaten Sambas,” kata Ferdinan.

Dirinya melihat, beberapa kali langkah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas dalam merealisasikan kantor BNK Sambas. Diantaranya melakukan pertemuan dengan pihak terkait di provinsi.

“Bahkan kami di DPRD Kabupaten Sambas, mendorong adanya BNK Sambas ini bisa dipercepat. Jika memungkinkan di 2022, bisa saja Pemkab Sambas mulai menyusun anggaran dalam rangka percepatan mewujudkan lembaga tersebut di Kabupaten Sambas,” katanya.

Begitu juga kesiapan terkait lahan ataupun lainnya, Pemerintah Kabupaten Sambas senantiasa siap.

Disampaikan Ferdinan, keberadaan Kantor BNK Sambas, sangat penting. Dimana Kabupaten Sambas adalah daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. “Sambas adalah Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, jadi dengan adanya BNK Sambas, nanti akan bersinergi dengan Polres, TNI serta aparat penegak hukum lainnya dalam mencegah masuknya narkotika melalui perbatasan,” katanya.

Belum lagi, sebutnya, sudah banyak kasus yang diungkap di Kabupaten Sambas oleh kepolisian. Sehingga kedepannya, dengan semakin banyak aparat yang memiliki tugas memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang, akan menutup ruang gerak pihak pengedar.

“Kami sependapat dengan segera dibentuknya BNK Sambas, karena ini menjadi salah satu upaya melindungi generasi muda dan generasi penerus Kabupaten Sambas, agar tak terjerumus dalam narkotika. Karena kami sangat prihatin, sesuai data dari Polres Sambas, kasus narkoba terus mengalami peningkatan, diantaranya mereka yang tertangkap masih remaja, bahkan diantaranya adalah dari kaum perempuan,” katanya.(fah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!