Kayong Utara Tiadakan Mudik Lebaran

Kayong Utara Tiadakan Mudik Lebaran

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Citra Duani mengungkapkan, peniadaan mudik lebaran merupakan keputusan pemerintah pusat. Tindaklanjutnya, kegiaitan penjagaan akan dimulai 6-17 Mei di sejumlah titik masuk Kayong Utara. “Kegiatan mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei sesuai keputusan pemerintah pusat, tentang peniadaan mudik lebaran,” terangnya di Sukadana, Kamis (29/4).

Namun lanjut Citra, jika ada hal penting, misalnya ada kelurganya sakit, tugas perjalanan dinas, itu diperbolehkan untuk lewat. Tentunya harus ada surat keterangan.

“Ada hal-hal penting yang boleh. Misalnya ada keluarga sakit, ada perjalanan dinas yang urgen, ada sifat keterangan dari dinas. Kalau individu, dari RT, menerangkan bahwa mereka berpergian karena alasan ibunya sakit,” sambung Citra.

Dia mengungkapkan, salah satu lokasi yang juga akan dijaga petugas ada di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, merupakan perbatasan Kayong Utara dan Ketapang.

“Pintu masuk di Siduk, dermaga dan termasuk jalan Melano, ada petugas kepolisian kita. Bisa jadi di Batu Ampar dilakukan pencegahan oleh Polair juga,” kata dia.

“Untuk larangan mudik, ini instruksi Presiden. Untuk mencegah supaya tidak menyebar Covid 19 ini. Supaya tidak menyebar kembali dan banyak menjadi korban,” sambungnya.

Untuk objek wisata lanjut Citra, tahun ini dibuka. Ini katanya, untuk perputaran ekonomi masyarakat. “Objek wisata buka, karena jika tidak ekonomi berkurang. Kan suasana lebaran. Kita ada petugas penjagaan di area objek wisata, tahun lalu ditutup, tapi tahun ini dibuka, dan kita bukan zona merah,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kayong Utara Erwan Wahyu Hidayat menambahkan, mengenai Surat Izin Masuk (SIM) rencanya akan diperuntukan bagi pegawai, baik PNS/PTT maupun Polri berdomisili luar Kayong Utara .

“Rencananya diperuntukan bagi Pegawai baik PNS/PTT maupun TNI, POLRI yang domisili di luar Kayong Utara. Kan ada pegawai kita yang PP tiap hari jadi diberikan surat ini untuk mempermudah masuk ketika diperiksa di Posko terpadu siduk,” sambung dia,  di Sukadana, Kamis (29/4).

Untukk Masyarakat umum menggunakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dikeluarkan masing – masing desa. “Masyarakat umum pakai SIKM yang dikeluarkan oleh Kepala Desa,” katanya. (dan)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!