Kebun PTPN XIII Disegel, Karhutla 6 Hektar Diselidiki

kabut asap
DISEGEL: Bupati Sanggau, Kapolres, Dandim 1204 dan dinas terkait menyegel lahan PTPN XIII Afdeling V Sungai Dekan dan, Afdeling III Rimba Belian, Minggu (22/9). SUGENG/PONTIANAKPOST

SANGGAU – Dampak terbakarnya enam hektar lahan di dua lokasi di Sungai Desa Sungai Alai dan Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kepolisian Resor Sanggau melakukan penyegelan terhadap perusahaan kebun sawit PTPN XIII di Afdeling V Sungai Dekan, Desa Sungai Alai dan Afdeling III Rimba Belian, Desa Semerangkai.

Penyegelan dipimpin langsung Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi didampingi oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan Dandim 1204 Sanggau, Letkol. Inf. Gede Setiawan pada Minggu (22/9). Turut hadir Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Syafriansah, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sanggau, Abdul Haris, Plt Sekretaris BPBD, Bernadus Anggoi, Kasat Polpp, Viktorianus. Penyegelan juga turut disaksikan Manager DKB I PTPN XIII, Butar Butar.

Imam menyebut ada 6 hektar lahan yang terbakar di dua lokasi di PTPN XIII yakni desa Sungai Alai dan Desa Semerangkai. “Detailnya akan melakukan pengukuran dengan melibatkan ahli BPN yang akan turun untuk memastikan berapa hektar yang terbakar,” jelasnya.Selain PTPN XIII, Polres Sanggau juga sedang menangani empat perusahaan lainnya. “Ada empat perusahaan, dua lagi yaitu PT. SAP dan PT. SISU. Ini yang sudah kami tingkatkan statusnya ke penyidikan,” katanya.

Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan ahli terkait lingkungan. “Kemarin kita bawa dari IPB dan sudah turun mengambil sampel–sampel yang terkait alat bukti dalam proses penyidikan,” ungkapnya.
Bupati Sanggau, Paolus Hadi memberikan apresiasi kepada Kapolres Sanggau beserta jajaran yang telah menangani Karhutla di wilayah Sanggau dengan sangat baik. Dirinya meminta kepada para pemilik HGU untuk patuh pada peraturan dan perundang–undangan yang berlaku dalam penanganan karhutla di wilayah konsesi mereka.

“Saya kira ini wajar kalau diselidiki mengapa bisa terbakar, idealnyakan tidak kalau mematuhi aturan bagaimana berinvestasi,” ujarnya.

Penyegelan untuk kepentingan penyelidikan ini adalah langkah yang positif agar kedepan penanganan karhutla dapat dilakukan secara terintegrasi. “Apalagi PTPN XIII inikan perusahaan negara, idealnya perusahaan negara itu memberi contoh kepada perusahaan–perusahaan lain,” tegas dia.

Bupati mengetahui bagaimana kondisi PTPN yang sedang dalam kondisi tidak sehat. “Kalau saya lihat banyak ditanam, replanting baru ditanam umur tanam 1 – 2 tahun tapi kebunnya menurut saya jadi perhatianlah. Masa seluas – luas mata memandang ni kebun PTPN ni seperti tidak terawat, saya tidak tau bagaimana pemupukannya. Nah ini saja yang terbakar menurut informasi yang saya dapat seharusnya sudah panen tapi tidak bisa dipanen, baru kali ini ditebas tiba – tiba sudah terbakar. Saya kira yang pasti akan diselidiki pak Kapolres adalah soal kepatuhan terhadap peraturan dan perundang – undangan termasuk peraturan gubernur,” terangnya.

Pemda, lanjut dia, tidak akan bersantai mengurusi perusahaan yang ada di Sanggau. “Kepada kepala dinas dan jajaran yang terkait perkebunan, kalau di areal PTPN atau perusahaan lain masih ada yang HGUnya diklaim seluas – luasnya tapi masih ada daerah – daerah yang tidak dikelola harusnya segera dikembalikan ke rakyat supaya rakyat ada kepastian hukum,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 1204 Sanggau Letkol. Inf. Gede Setiawan menyampaikan kasus Karhutla merupakan atensi pimpinan tertinggi TNI yakni Presiden Republik Indonesia. Dengan telah dilakukannya penyegelan ini diharapkan bisa menjadi efek jera bagi perusahaan agar tidak terjadi lagi kebakaran di wilayah konsesi.

“Bagaimanapun juga perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap perusahaannya, baik yang sudah tertanam maupun yang sudah tergarap tetapi masih masuk areal konsesi, dan itu tanggung jawab perusahaan yang mutlak harus dijaga,” tegasnya. (sgg)

loading...