Kebutuhan Bidang Pendidikan Berbasis Pengetahuan

Dwi Hesti Renny Indri Zuni, S.Pd

Oleh: Dwi Hesti Renny Indri Zuni, S.Pd. *

PENDIDIKAN merupakan human investment yaitu suatu usaha atau modal yang dikeluarkan untuk menghasilkan manusia terdidik, cerdas dan unggul untuk mengisi kebutuhan masa depan bangsa Indonesia. Untuk mengisi kebutuhan pendidikan masa depan, harus mengacu pada visi pendidikan nasional yakni mewujudkan insan Indonesia yang cerdas komprehensif pada tahun 2025.

Ketersediaan fasilitas dan kemampuan manusia dalam menggunakan teknologi, saat ini sangat dibutuhkan. Bahkan siswa sekolah yang dulu dianggap harus dijauhkan dari telepon seluler, mendadak harus akrab dengan fasilitas ini. Kebutuhan agar proses pembelajaran jarak jauh atau Belajar dari rumah dapat berjalan seefektif mungkin. Banyak spekulasi tentang ketidakberhasilan pembelajaran di rumah, namun dengan strategi jitu dan koordinasi yang baik semua akan berjalan sesuai keinginan dan tujuan.

Penguasaan teknologi menjadi faktor utama dalam proses belajar di rumah. Berfungsi sebagai penghubung antara teknologi dan pendidikan maka ini akan berkaitan juga dengan kurikulum teknologi dan pendidikan. Setiap kegiatan yang berfokus pada proses pengembangan kurikulum dalam pendidikan serta pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan menjadi tujuan utama kelangsungan pendidikan. Pemanfaatan teknologi secara spesifik dan tempat dapat membantu proses kegiatan belajar mengajar agar lebih efisien dan lancar. Teknologi menjadi mitra intelektual yang akan mendukung pembelajaran di mana saja.

Konsep teknologi dan pendidikan sudah diterapkan dengan benar, terkonsep dan diatur oleh orang–orang yang memiliki pengetahuan dan peduli tinggi pada perkembangan teknologi. Karena pada dasarnya teknologi memiliki arti yang sangat luas, pengaruhnya bisa diterapkan pada berbagai macam aspek dalam dunia pendidikan.

Pesatnya perkembangan teknologi seringkali menjadi dilema bagi kehidupan manusia. Banyak hal yang terjadi memudahkan dalam memenuhi kebutuhan dan kegiatan. Tak hanya itu proses kemajuan teknologi membuat segala sesuatu dimudahkan. Seperti pedang bermata dua. Perkembangan teknologi,  menjadi sebuah pilihan untuk maju dan juga tertinggal. Ketertinggalan terjadi karena salah memanfaatkan teknologi yang berdampak pada sifat malas dan ketergantungan.

Pada abad 21, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (life skills). Abad 21 juga ditandai dengan banyaknya informasi yang tersedia di mana saja dan dapat diakses kapan saja. Kemudian, komputasi yang semakin cepat, otomasi yang menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin dan komunikasi yang dapat dilakukan dari mana saja dan kemana saja (Litbang Kemdikbud,2013).

Abad ini juga dikenal dengan masa pengetahuan (knowledge age). Era ini, semua alternatif upaya pemenuhan kebutuhan hidup dalam berbagai konteks lebih berbasis pengetahuan. Upaya pemenuhan kebutuhan bidang pendidikan berbasis pengetahuan (knowledge based education), pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economic), pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based social empowering), dan pengembangan dalam bidang industri berbasis pengetahuan (knowledge based industry). (Mukhadis,2013:115).

Dengan demikian dalam kebersamaan manusia social capital dapat terbentuk dengan baik, dengan masing–masing menyadari dan menghargai adanya perbedaan. Dalam mencapai suatu tujuan yang sama harus ada toleransi, pengertian dan pengorbanan dengan ikhlas tanpa adanya paksaan sehingga konflik dapat terhindarkan. Selama masing–masing pihak mempertahankan kehendaknya sendiri, maka tujuan bersama tidak akan tercapai dan konflik akan terjadi serta menimbulkan dampak yang lebih kompleks.

Dalam kehidupan manusia, tidak mungkin bersih dari perbedaan yang ada baik antar individu maupun antar kelompok sosial. Dari sejak dini, seorang anak harus berani dan mampu menghadapi perbedaan dalam kehidupan sosial ini. Modal anak untuk mengatasi perbedaan ini adalah kemampuan sosial atau social skill.

Social skill sebagai bagian dari life skill merupakan modal dasar untuk berinteraksi. Kemampuan untuk bekerjasama dengan penuh pengertian, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi dua arah merupakan bagian dari social skill sangat dibutuhkan oleh seseorang dalam membangun relevansi pendidikan.

Pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya guru untuk memberikan stimulus, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Pada saat seseorang beradaptasi dengan lingkungan pergaulannya juga kebutuhan akan ilmu pengetahuan, umumnya akan bertemu dengan orang–orang yang belum pernah dikenal.

Untuk itu, kebutuhan akan pengetahuan dalam pendidikan selalu harus ada. Manusia tanpa pengetahuan jelas tidak akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara maksimal. Demikian juga dalam bidang pendidikan. Soft skill perlu dan sangat penting dimiliki setiap individu agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tanggap terhadap kondisi dan situasi sekitarnya, hal tersebut dinyatakan oleh Giblin dan Sailah (dalam Sucipta, 2009:1) yang menyatakan bahwa soft skills merupakan kunci menuju hidup yang lebih baik, sahabat lebih banyak, sukses lebih besar, dan kebahagiaan yang lebih luas. Soft skill itu sendiri terdiri dari intrapersonal skills dan interpersonal skills.

Relevansi dan implementasi pendidikan diawali dengan belajar dan proses pembelajaran. Kebutuhan terhadap pengetahuan dalam dunia pendidikan dapat diperoleh melalui kegiatan belajar. Belajar akan memiliki arti atau makna bila anak belajar sesuatu yang berhubungan dengan dirinya. Maka, dia akan mempelajarinya dengan cepat. Sebaliknya, hasil belajar akan mudah lupa apabila tidak bermakna dengan anak. Tanpa ancaman dalam proses belajar,  bahwa belajar mudah dilakukan dan hasilnya dapat disimpan dengan baik apabila berlangsung dalam lingkungan yang bebas ancaman. Dengan segala sesuatu yang berbasis ilmu pengetahuan, senantiasa manusia akan hidup dengan baik.

*)Penulis : Guru di SDN 24 Tuan, Tayan Hulu.

error: Content is protected !!