Kecakapan Literasi Siswa

Nurlina

Oleh: Nurlina

SEKOLAH sebagai tempat belajar dan mendapatkan ilmu baik secara akademik maupun non akademik. Sekolah harus dapat memberikan kenyamanan, keamanan dan ketentraman bagi setiap warga sekolah khususnya siswa yang ada disekolah tersebut. Kepala Sekolah, Guru serta pihak terkait dalam pendidikan disekolah sudah semestinya memberikan perlindungan bagi seluruh peserta didiknya.

Rasa Asih (Ketulusan ) dalam mendidik tanpa membedakan satu dengan yang lainnya sebab pendidikan adalah proses universal dalam memberikan pelayanan ilmu bagi peserta didik yang ada disekolah tersebut. Dengan ketulusan yang dimiliki seorang guru seyogyanya   tidak mudah mengeluh dengan anak didiknya walaupun beragam tingkat intelegensi yang dimiliki setiap orang berbeda, ketulusan dan kesabaran inilah dipertaruhkan bagi seorang pendidik. Pendidik sejati tentunya akan tulus dan ikhlas pada kondisi apapun siswanya untuk selalu memberikan yang terbaik.

Tujuan pendidikan secara umum untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga sebagai guru dengan bekal membagi ilmu yang diajarkan guru jelas harus menampakkan terjadinya perubahan dalam diri siswa–siswi. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang sulit menjadi mudah, dari tidak paham menjadi paham, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti serta dari yang tidak terarah menjadi terarah. Dunia yang tak berhenti berkembang dan ilmu pengetahuan yang tak berhenti.

Sejak kita dilahirkan bahkan sebelumnya, orangtua telah mengajarkan tentang literasi. Hal baik yang diajarkan oleh ayah dan ibu sejak dalam kandungan. Membaca, berbicara dan mendengarkan hal baik, saat orang tua atau ibu mengandung anak. Hal ini menjadi sebuah keniscayaan bahwa literasi akan menjadikan manusia memiliki ilmu pengetahuan yang baik.

Sejalan dengan profesi, tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan mengevaluasi peserta didik dijalur pendidikan formal. Guru juga memiliki peran yang bersifat multifungsi, lebih dari sekedar yang kita tuangkan pada produk hukum tentang guru. Yang mengajarkan ilmu pengetahuan dengan dukungan literasi yang cakap, guru mengajarkan siswa untuk menyikapi setiap sendi kehidupan secara bijak. Bersikap mawas diri serta meningkatkan kemampuan berbikir kritis, kreatif dan inovatif.

Memandang pentingnya literasi dalam segala hal, serta bisa melihat situasi dan kondisi yang lebih baik dalam mengambil tindakan dimana saja. Baik dilingkungan pembelajaran sekolah, di rumah juga lingkungan masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis saja. Kemampuan literasi juga mencakup pengetahuan seseorang berkomunikasi di dalam masyarakat, sehingga gerakan literasi terus diganungkan. Sebagai bekal dalam melewati semua  perkembangan zaman  beserta teknologi yang ada.

Selain itu, arahan dan didikan orangtua juga memberikan dampak bagi keberkangsungan kondisi generasi. Oleh karenanya, sinergitas kedunya dalam membangun generasi cakap dalam segala hal. Berkarakter dan bisa mandiri. Perkembangan zaman yang mengikuti harus dimanfaatkan dengan baik dengan pengawasan dr semua pihak. Kecanggihan teknologi saat ini menuntut sumberdaya manusia akan mengikuti sesuai dengan kontribusi dalam pembangunan. **

Penulis adalah Guru SDN 24 Sungai Mawang.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!