Kecewa Rumah Batal Dibedah
Nama Dua Puluh Penerima BPSP Diganti Tanpa Alasan

GAGAL DIREHAB: Kondisi rumah Nurhayati, warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya penerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Nama Nurhayati hilang dari daftar penerima bantuan. ISTIMEWA

SUNGAI RAYA – Beberapa warga di Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya penerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) kecewa, lantaran nama meraka tiba-tiba hilang dari daftar penerima bantuan.

Diperkirakan lebih dari 20  penerima bedah rumah atau BSPS ini yang namanya diganti tanpa alasan yang jelas. Sehingga rumah meraka gagal dibedah.

Mistam salah satunya. Namanya sudah didaftarkan sejak tahun lalu. Rumahnya juga telah disurvei oleh tim bedah.

Tetapi setelah diinformasikan, lanjut Mistam, namanya tidak masuk sebagai penerimaan bantuan BSPS. “Saya mendapatkan informasi  dari staf desa sekitar seminggu lalu. Kemudian saya alasan mengapa namanya tiba-tiba hilang dan diganti orang lain,” kata Mistam, Minggu (2/5).

Mistam menuturkan, dirinya tidak mendapatkan alasan jelas, mengapa namanya hilang. Staf desa hanya menyampaikan namanya diganti.

“Saya sudah  21 tahun tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak. Sekarang untuk mendapatkan rumah layak huni pupus sudah. Kejadian ini saya alami sudah dua kali, dimana 2019 silam juga tidak dapat meskipun sudah diajukan,” ungkapnya.

Kekecewaan juga disampaikan, Nurhayati yang namanya juga tiba-tiba hilang dari daftar penerima bantuan. Menurut dia, hilangnya namanya dari daftar penerima bantuan, membuat dirinya heran. “Ini kan tidak adil, awalnya nama saya ada tapi tiba-tiba hilang,” kata Nurhayati.

Untuk diketahui, untuk mendapatkan bantuan bedah rumah atau program BSPS Kementerian PUPR, setiap calon penerima wajib melengkapi persyaratan administrasi. Antara lain surat kepemilikan tanah, KTP, KK, surat keterangan dari RT dan desa. Alokasi dana yang dikucurkan sebesar Rp20 juta untuk setiap calon penerima yang ditransfer melalui rekening bank pribadi penerima.

Sementara itu, Ketua RT001 RW004, Dusun Sari Makmur, Desa Mekar Sari, Darwis, mengatakan dirinya telah memperjuangkan warganya sejak setahun lalu untuk masuk dalam daftar penerima bantuan.

Tetapi, lanjut dia, seminggu lalu dirinya mendapat informasinya dari tenaga fasilitator lapangan, saat sosialisasi di desa, yang menyatakan meraka hanya kerja dan dapat arahan dari tim aspirasi

“Tim aspirasi yang dimaksud adalah dari anggota DPR RI Sy Abdullah Alkadri, sebab diketahui BSPS ini hasil perjuangannya,” kata Darwis.

Darwis menerangkan, ia kemudian menghubungi Sy Abdullah Alkadri menyampaikan adanya nama warga yang hilang. Jawab yang didapat, jika dirinya telat melapor dan nanti akan diprioritaskan tahun depan.  “Saya dapat janji manis dari tenaga fasilitator lapangan bahwa tahun depan dapat lebih banyak untuk warganya. Namun saya menolak iming-iming itu,” ucap Darwis.

Ia berharap, nama warganya yang hilang dikembalikan lagi menjadi penerima bantuan. Karena berkas syarat administrasi sudah lengkap semuanya dan sudah dilakukan survei bahkan telah terdaftar di surat keputusan. “Kasihan mereka sudah berharap sejak puluhan tahun, tiba-tiba namanya hilang,” pungkasnya.

Ketua Tim Teknis Bantuan Rumah Tak Layak Huni Kabupaten Kubu Raya, Juni Wardana, menyatakan, tidak tahu menahu prihal program BSPS tersebut karena tidak ada lagi kewenangannya.

Menurut Juni, mulai 2021 secara petunjuk teknis, pemerintah daerah tidak terlibat dengan BSPS. Sehingga saat ini yang ditangani pemda hanyalah yang bersumber dari dana alokasi khusus dan APBD dengan sebutan program Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Sedangkan BSPS anggarannya dari APBN murni. “Sebelum 2021 memang Pemda yang langsung menanganinya sebagai tim teknis,” pungkasnya. (adg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!