Keenam Peladang Dituntut 6 Bulan Penjara

SIDANG: Sidang kepada keenam peladang kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Sintang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh penuntut umum. FIRDAUS DARKATNI/PONTIANAK POST

Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

SINTANG-Pembacaan tuntutan kepada keenam terdakwa kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sintang akhirnya usai pada Selasa (12/2) sore di Pengadilan Negeri Sintang. Dibacakan oleh penuntut umum dari Kejari Sintang. Kepada keenam terdakwa, penuntut umum menyampaikan pernyataan bersalah karena telah terbukti melanggar pasal 188 KUHP dan pasal 187 KUHP.

Andel salah satu pengacara dari tim kuasa hukum keenam terdakwa tersebut mengatakan, tuntutan dari penuntut umum menyebutkan keenam terdakwa tersebut dituntut enam bulan penjara dan menjalani masa percobaan selama satu tahun.

“Kami sudah sampaikan tadi bahwa tuntutan ini harus dipertimbangkan oleh majelis hakim, kalau majelis hakim harus bijak dalam memutuskani tuntutan yang menjerat kepada enam terdakwa dari peladang ini,” ungkap Andel setelah keluar dari ruang persidangan.

Setelah melewati hampir enam bulan proses persidangan dan mendengar tuntutan dari penuntut umum. Andel beserta tim dari kuasa hukum keenam terdakwa ini akan segera melakukan pledoi (pembelaan).

“Kami dari tim penasahet hukum akan segera melakukan pledoi (pembelaan) mengenai tuntutan yang dinyatakan oleh penuntut umum tadi. Kalau melihat dari dakwaan mereka tadi, dengan UU Perkebunan dan UU Lingkungan Hidup dan pasal 188, 187 KUHP, akan kami diskusikan bersama tim kuasa hukum ini,” tambahnya.

Sidang pun akan dilanjutkan kembali pada 24 Febuari mendatang dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) dari tim kuasa hukum keenam terdakwa.

Untuk diketahui, proses persidangan ini harusnya sudah mulai pada 09.00 WIB pagi tadi. Namun, sidang baru berlangsung pada sore harinya. Kepolisian dari Polres Sintang juga turut mengamankan kondisi di PN Sintang, sebab masyarakat yang mengatasnamankan Aliansi Anak peladang (Asap) juga berkumpul di PN Sintang untuk mengawal proses persidangan ini. (fds)

loading...