Keistimewaan Usia Empat Puluh (Arba‘In) 

opini pontianak post

Oleh : Harjani Hefni 

DALAM Alquran, usia yang disebutkan secara khusus hanya usia ‘arba’in (40 tahun). Dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15 Allah berfirman:  “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa (asyudd) dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Usia 40 berada di antara asyudd (dewasa) dan syuyukh (tua), di mana masa remaja sudah berakhir tetapi usia tua belum sampai.   Dalam ayat yang lain, QS. Fâtir ayat 36-37, Allah juga mengisyaratkan tentang orang yang telah berusia antara 40-60 tahun. “Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka jahannam. mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir (36). Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang Telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (37).

Read Previous

Jerawat, Masalah Kulit di Iklim Khatulistiwa

Read Next

Bungkam Lawan dengan Kecepatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *