Kejari Bisa Tetapkan Tersangka Lain

BERI KETERANGAN : Tim penyidik Kejari Ketapang menyampaikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan kasus korupsi gratifikasi dana aspirasi yang menyeret nama Ketua DPRD Ketapang. AHMAD SOFIE/PONTIANAK POST

KETAPANG – Penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi gratifikasi dana aspirasi yang menyeret Ketua DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas (HMU), terus bergulir. Penyidik telah menetapkan HMU sebagai tersangka, namun penetapan tersangka lain bisa saja terjadi jika dalam proses penyidikan menemukan dua alat bukti.

Ketua tim penyidikan, Monita, mengatakan saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung. Pada Selasa (20/8) kemarin, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, HMU. Proses pemeriksaan terhenti dikarenakan kondisi kesehatan tersangka tidak memungkinkan dan diharuskan dirawat di rumah sakit.

“Sebelum memberikan keterangan, tersangka mengaku dalam keadaan sehat. Ketika beberapa lama diperiksa, tersangka mengeluh sakit, karena penyidik tidak memiliki kompetensi untuk menentukan kondisi tersangka akhirnya dibawa ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk menjalani pemeriksaan,” katanya, kemarin (21/8).

HMU dibawa ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang sekitar pukul 15.00. Setibanya di rumah sakit, tim dokter langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap HMU. “Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, dokter menyatakan kalau tersangka dalam kondisi sakit dan memerlukan perawatan. Tersangka mengalami sakit jantung,” jelas Monita.

Monita mengungkapkan, proses pemeriksaan terhadap tersangka sebenarnya belum selesai. Masih ada sejumlah pertanyaan yang belum disampaikan kepada tersangka. Namun dikarenakan sakit, pemeriksaan dihentikan dan tersangka harus menjalani perawatan medis. “Pemeriksaan akan dilanjutkan sampai kondisi tersangka membaik. Karena sampai saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, tim penyidik Kejari Ketapang masih menunggu kabar terbaru dari tim dokter yang menangani HMU. Keterangan dari dokter itulah yang akan menjadi acuan penyidik untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap HMU. “Kami masih menunggu keterangan dari dokter terkait kondisi tersangka. Kalau dokter menyatakan yang bersangkutan sudah pulih, maka pemeriksaan akan dilanjutkan,” paparnya.

Saat menjalani pemeriksaan, tersangka juga didampingi oleh kuasa hukum yang ditunjuk oleh Kejari, karena ketika mendatangi dan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, HMU tidak membawa penasehat hukum. “Pertanyaan yang diajukan sebanyak 27 item. Masih ada beberapa pertanyaan lagi yang belum disampaikan. Sisanya nanti di pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Monita juga menambahkan, pada Selasa (20/8) kemarin, penyidik juga telah membacakan surat penahanan terhadap tersangka di hadapan kuasa hukum. “Tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap HMU, namun sesuai dengan mekanisme dan SOP yang berlaku harus dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu,” katanya.

“Berdasarkan hasil medical chek-up yang dikeluarkan oleh tim dokter dari RSUD dr Agoesdjam Ketapang, kondisi kesehatan yg bersangkutan dalam keadaan sakit, maka harus dilakukan perawatan secara intensif di rumah sakit. Apabila kondisi tersebut masih memerlukan penanganan medis yang sangat-sangat diperlukan, penyidik akan melakukan pembantaran, sampai dengan berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor di Pontianak,” lanjutnya.

Sementara terkait pernyataan tersangka ketika diperiksa, penyidik masih melakukan pendalaman. Yang jelas, sampai sekarang kegiatan pemeriksaan masih dilanjutkan. Karena masih ada saksi lain yang belum diperiksa. “Ini tidak berhenti di sini, kita fokus untuk jalan terus. Sakitnya tersangka tidak menghalangi untuk pemeriksaan yang lain. Untuk anggota dewan sudah diperiksa, cuma masih memerlukan keterangan lain di luar anggota dewan,” ujarnya.

“Untuk penetapan tersangka lain, penyidik mengaku masih dalam proses penyidikan. Tersangka lain bisa saja ada jika sudah memenuhi dua alat bukti,” pungkas Monita.

Sementara itu, Plt Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Agoesdjam Ketapang, Herman Basuki, membenarkan jika HMU menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. “Kemarin datangnya sore. Pemeriksaan sampai jam 05.00 sore lewat. Setelah itu baru masuk ke ruangan perawatan,” katanya, kemarin (21/8).

HMU dirawat di ruang VIP RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Berdasarkan hasil pemeriksaan kemarin, HMU diharuskan dirawat di rumah sakit karena sakit jantung. “Cuma untuk spesifiknya ketua tim dokternya yang lebih tahu. Cuma memang mengarahnya ke jantung,” jelasnya. (afi)

Read Previous

Sulap Gang Kamboja jadi Destinasi Kampung Batik

Read Next

Manusia itu Umat yang Satu

Most Popular