Kejari Mempawah Musnahkan BB 168 Perkara

MUSNAHKAN BB: Proses pemusnahan barang bukti terkait kejahatan yang sudah diproses hukum dan berkekuatan hukum tetap di Kejaksaan Negeri Mempawah. ISTIMEWA

MEMPAWAH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mempawah melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) 168 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde). Pemusnahan dipimpin Kepala Kejari Mempawah, Antoni Setiawan SH MH, Rabu (18/3) pagi di Halaman Kantor Kejari Mempawah.

Selain Kajari dan jajaranya, pemusnahan turut disaksikan Kepala BNN Mempawah, AKBP Abdul Haris Daulay dan pihak terkait lainnya. Pemusnahan dilakukan dengan cara beragam, mulai dari melarutkan di dalam air, dipotong hingga dibakar sesuai kriteria BB dalam setiap perkara.

“BB yang dimusnahkan ini semuanya sudah berkekuatan hukum tetap. Periodenya sejak Mei 2019-Februari 2020. Total BB yang kami musnahkan berasal dari 168 perkara yang telah in kracht,” terang Antoni.

Antoni menjelaskan, 168 perkara tersebut terdiri dari kasus Keamanan dan Ketertiban Umum (Kamtibum) sebanyak 49 perkara, Orang dan Harta Benda (Orharda) sebanyak 28 perkara dan Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) sebanyak 91 perkara.

“Khusus TPUL ini terdiri dari narkotika 67 perkara dengan BB sabu-sabu 298,4533 gram ada yang sudah dalam bentuk larutan agar tidak bisa digunakan lagi sebanyak 188,8 gram dan pil extasi seberat 0,207 gram dalam bentuk tablet yang sudah dilembutkan,” paparnya.

Kemudian, imbuh Kajari, kasus perlindungan anak sebanyayk 6 perkara, kehutanan 6 perkara, kesehatan 2 perkara, BKSDA 1 perkara, UU Darurat 2 perkara, Mineral dan Batu Bara 1 perkara, karhutla 4 perkara dan uang palsu 2 perkara.

“Untuk BB narkotika, proses pemusnahan dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air yang dicampur dengan pembersih lantai. Sedangkan untuk BB sajam, senpi dipotong dengan mesin pemotong, serta lainnya dibakar,” tuturnya.

Tak hanya itu, Kajari mengatakan, pada BB perkara Uang Palsu (Upal) dan Karhutla maka proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Sebab, material BB dalam perkara tersebut memungkinkan untuk dibakar.

“Perkara Upal itu, BB sebanyak Rp 2 juta lebih, Sedangkan BB Karhutla seperti koreki api, bekas kayu, cangkul, jerigen, ember. Jadi bukan BB alat-alat berat,” ujarnya.

Sesuai prosedurnya, lanjut Antoni, pemusnahan BB dalam perkara yang telah mendapatkan kekuatan hukum tetap harus disaksikan oleh pihak terkait termasuk dipublikasikan di media massa. Selanjutnya, BB yang dimusnahkan harus dicatat dalam Berita Acara (BA) sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Untuk periode pemusnahan tidak bisa ditentukan. Yang pasti, jika BB perkara yang inkracht sudah banyak maka akan dilangsung proses pemusnahan. Dan biasanya yang dimusnahkan ini hanya sampel, ada pula yang sudah dimusnahkan lebih dulu oleh penyidik Polisi maupun BNN,” pungkasnya. (wah)

Read Previous

Urus Perizinan Secara Online

Read Next

KLB, Jangan Pulang Kampung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *