Kejutan dari Dancesport dan Takraw

CLARK,– Ketika target-target emas meleset di hari pertama kemarin, Dwi Cindy Desyana justru membuat kejutan. Dia meraih emas dari cabor dancesport, tepatnya nomor women’s breaking. Dalam final yang berlangsung di Royce Hotel, Clark, Filipina, kemarin (1/12), dia mengalahkan dancer Filipina Debby Hate dengan skor 3-2.

Dalam catatan kemenpora, cabor itu tidak diproyeksikan untuk meraih emas. Namun, ternyata Cindy sudah memperkirakan. “Dari awal sudah optimistis dapat emas,” ungkap Cindy. ”Persaingan ketat, cuma saya yakin bisa dapat medali karena latihan keras sejak Agustus lalu. Banyak motivasi dari keluarga, pelatih, dan teman-teman,” lanjut pedansa berjilbab itu.

Kejutan lain, meski belum semanis Cindy, juga menyumbangkan medali di luar target. Salah satunya sepak takraw putri yang meraih perak dari nomor hoop yang. Timnas kalah oleh tuan rumah Filipina di final. Meski begitu, kapten tim Indonesia Dini Mitasari tetap puas.

“Ini memang bukan nomor spesialisasi kami. Kami harusnya di tim regu,” jelas Dini. ”Kami baru belajar dua sampai tiga bulan, jadi rasanya luar biasa bisa menyumbangkan medali perak,” lanjut dia dengan ekspresi berseri-seri.

Indonesia bersaing ketat dengan Filipina, Myanmar, dan Laos. SEA Games menggunakan sistem poin terbanyak, sehingga tiap tim harus mengumpulkan poin setinggi-tingginya. Tim hoop Indonesia meraih total poin 660, defisit 10 poin dari Filipina yang keluar sebagai juara.

Cabor triatlon juga mencatatkan kejutan. Muhammad Ahlul Firman dan Nethavanie Octaria sama-sama finis di posisi ketiga. Dalam lomba di Subic Bay Boardwalk itu, Ahlul mencatat waktu 1 jam 57 menit 10 detik. Lebih lambat dibanding waktu terbaiknya 1 jam 56 menit 02 detik pada Asian Games 2018. Sementara Nethavani membukukan waktu 2 jam 16 menit 33 detik.

Read Previous

Forsir Gol di Dua Laga Sisa

Read Next

Marak Terjadi Pelecehan Seksual di Konser

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *