Kekerasan Perempuan dan Anak Masih Tinggi

SADAR HUKUM: Kegiatan pendidikan sadar hukum dan sosialisasi alur pengaduan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digelar di Semuntai.DINSOSP3AKB FOR PONTIANAK POST

SANGGAU-Pendidikan sadar hukum dan sosialisasi alur pengaduan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaksanakan pada Rabu (7/4) di Desa Semuntai, Kecamatan Mukok. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosp3akb Sanggau itu menyasar kaum perempuan yang tergabung sebagai Serikat PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), aparat desa dan beberapa aktivis muda.

Pada kesempatan tersebut, Kasi Perlindungan Perempuan, Nani Aprianingsih memberikan penjelasan mengenai alur pengaduan dan penanganan kasus serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“P2TP2A merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan layanan bagi masyarakat terutama perempuan dan anak untuk tindak kekerasan. Ada tiga divisi didalamnya yakni pencegahan, pelayanan dan pemberdayaan,” katanya.

Dijelaskannya, divisi pencegahan berkaitan dengan faslitasi perempuan dan anak dalam keterampilan dan kemandirian. Divisi pelayanan berkaitan dengan pemantauan dan konseling bagi perempuan dan anak korban kekerasan, melakukan pelayanan medis, medicolegal, pendampingan dan perlindungan psiko–sosial dan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Sementara itu, lanjut dia, divisi pemberdayaan berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan dan memberikan reintegrasi sosial dan ekonomi.

Nani juga menyampaikan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sanggau terbilang cukup tinggi. “Adanya pendidikan sadar hukum ini kita harapkan agar masyarakat mengerti hukum yang berlaku, serta tahu harus kemana melakukan pengaduan bila mengalami ataupun melihat kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya. (sgg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!