Keluarga Paguyuban Jawa Gelar Wayang Semalam Suntuk

wayang semalam suntuk

Bupati Ketapang dan Ketua Paguyuban Jawa beserta Sekretaris foto bersama dengan Ki Dalang Turyadi.

Meriahkan 1 Suro 1951 Saka

KETAPANG-Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah yang bertepatan dengan 1 Suro 1951 Saka, Paguyuban Keluarga Jawa Kabupaten Ketapang menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Pentas Seni Budaya Pendopo Bupati Ketapang pada Sabtu malam, (31/8/2019).

Pagelaran wayang kulit dengan Ki DalangTuryadi yang membawa cerita “Semar Boyong” tersebut merupakan puncak acara ulang tahun Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang yang ke 22 tahun. Pegelaran wayang kulit semalam suntuk dibuka Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos, dan dihadiri Wakil Bupati Ketapang, Drs.H.Suprapto S, Forkopimda dan tokoh masyarakat dari seluruh etnis yang ada di Kabupaten Ketapang.

Ketua Panitia Peringatan Keluarga Paguyuban Jawa ke 22, Tugino SE mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang membantu pendanaan, sehingga Keluarga Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang mempunyai modal untuk menggelar peringatan 1 suro yang bertepatan dengan hari ulang tahun paguyuban Jawa Ketapang. Selain pegelaran wayang semalam suntuk juga dilaksanakan sunatan massal terhadap 50 anak. Dan santunan kepada anak yatim piatu, biasanya jumlah disesuaikan dengan angka peringatan tahun yaitu 22. Jika ada kelebihan maka jumlah anak yang disantun ditambah satu. Harapannya ke depan tetap mendapat bantuan dari Pemkab Ketapang, sehingga bisa mengagendakan kegiatan yang lebih meriah lagi.

Sementara itu, Ketua Keluarga Paguyuban Jawa Ketapang, Achmad Sholeh juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkab Ketapang. Diterangkannya, HUT Keluarga Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang  ke 22 mengusung tema “Kita Tingkatkan Instropeksi Diri, Eling Lan Was Podo untuk mewujudkan Ketapang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera.

Selanjutnya, ia menerangkan kisah wayang kulit Semar Boyong mencerminkan masyarakat sebagai mahluk Tuhan harus selalu mengintrospeksi diri, cermat dan waspada terhadap segala godaan yang sifatnya menyesatkan.

Anggota DPRD Ketapang ini berharap melalui pagelaran wayang kulit ini, maka kebudayaan daerah bisa berkembang. Pegelaran budaya Jawa seperti ini diharapkannya menjadi perekat keharmonisan antaretnis yang sudah terjaga sangat baik di Kabupaten Ketapang selama ini. Pada kesempatan itu, Achmad Soleh juga mengucapkan selamat kepada Bupati Ketapang yang terpilih secara aklamasi memimpin ormas Pemuda Pancasila Ketapang.

Bupati Ketapang yang membuka pegelaran wayang semalam suntuk meyakinkan masyarakat bahwa dirinya sangat mendukung penuh event kebudayaan. Ia berterima kasih kepada Paguyuban Jawa sudah merayakan hari ulang tahunnya yang ke 22, yang diselaraskan dengan peringatan 1 Suro dan 1 Muharram 1441 Hijriah. Menurutnya, pentas Seni Pendopo merupakan bukti nyata setiap tahun digelar berbagai kegiatan seni budaya ditempat itu. Di mana pada 4 September akan dilaksanakan pentas budaya Dayak. Demikian juga pada akhir September akan dilaksanakan seni budaya Melayu. Artinya, tempat tersebut tidak hanya untuk kegiatan seremonial pemerintah daerah, tetapi memberikan ruang kepada etnis yang ada di Ketapang untuk melakukan aktivitas pelestarian budaya.

Bupati Ketapang memastikan penggiat seni budaya di Ketapang tidak akan berjalan sendiri dalam melestarikan kebudayaannya. Pemkab Ketapang juga akan hadir dalam membina mengembangkan dan melestarikan kebudayaan. Tak hanya kebudayaan dari etnis Jawa saja, melainkan seluruh etnis yang ada di Kabupaten Ketapang.Tahun depan, ia berharap dalam pengembangan budaya dilakukan selama satu pekan. Setiap malam etnis yang ada bergantian menampilkan seni budayanya. Tentunya, hal tersebut, perlu didukung dengan pengantaran porsi yang imbang pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ketapang.

Bupati Ketapang mengharapkan dengan seni budaya, maka dapat tercipta kerukunanan taretnis. Pertama rukun pada etnis tersebut, kemudian rukun dengan etnis yang ada di Ketapang. Selanjutnya, etnis yang ada rukun dengan pemerintah daerah. Dengan begitu dapat mendukung keselarasan dalam mewujudkan visi Pemerintah Daerah, yaitu Ketapang Yang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera.(**)

Read Previous

Derbi Tersial Simone

Read Next

Transaksi Festival Durian Bumi Khatulistiwa Capai Rp2 Miliar

Tinggalkan Balasan

Most Popular