Kembali Diselimuti Kabut Asap, Mata Perih

KABUT ASAP: Beberapa hari ini kondisi kabut asap di Kayong Utara cukup tebal, seperti terlihat di Kota Sukadana, kemarin. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

MEMPAWAH – Sejak dua hari ini, Kota Mempawah dan sekitarnya diselimuti kabut asap. Terutama pada pagi hingga siang hari, kabut asap dirasakan cukup pekat dengan jarak pandang kurang lebih seratus meter. Masyarakat pengendara pun mengeluhkan dampak kabut asap yang menyebabkan mata terasa perih.

“Kalau berkendara pada pagi hari, mata terasa perih akibat kabut asap. Kabutnya cukup tebal, walau pun jarak pandang masih jauh sekitar seratus meter,” aku pengendara, Safri kepada Pontianak Post, Jumat (6/9) pagi.

Dia mengaku tidak mengetahui persis penyebab kabut asap yang menyelimuti Kota Mempawah dan sekitarnya sejak dua hari belakangan ini. Namun, dia menduga ada titik api di sekitaran Kota Mempawah yang memicu kabut asap di wilayah itu.

“Kemungkinannya pasti ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitaran Kota Mempawah ini. Secara pasti, saya juga tidak tahu dimana lokasi karhutla tersebut,” tuturnya.

Padahal, bapak tiga anak ini menyebut sejak pekan lalu kondisi udara di Kota Mempawah dan sekitarnya sudah pulih pasca terjadinya karhutla di sejumlah wilayah di Kabupaten Mempawah. Udara tampak bersih setelah diguyur beberapa kali hujan deras di Kota Mempawah dan sekitarnya.

“Kemarin sudah sangat normal kondisi cuaca dan udara disini. Saya perkirakan seluruh kasus karhutla sudah berhasil ditanggulangi hingga tidak lagi ada asap. Entah kenapa tiba-tiba saja dalam dua hari ini kembali turun kabut asap,” lirihnya.

Dia pun berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait segera melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap kabut asap yang menyelimuti Kota Mempawah. Agar segera diketahui sumber yang menyebabkan terjadinya kabut asap dalam beberapa hari ini.

“Harus segera dicari tahu apa penyebab kabut asap ini. Apakah memang ada titik api baru di wilayah Kota Mempawah, atau bisa saja kabut asap kiriman dari daerah lain seperti Landak atau Kota Pontianak,” pendapatnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah menyebut pihaknya telah berhasil melakukan penanganan dan penanggulangan titik api diwilayah Kabupaten Mempawah. Sebanyak 14 titik api yang tersebar di 9 kecamatan telah berhasil dipadamkan petugas gabungan. “Dari 14 titik api itu, total lahan yang terbakar lebih dari 800 hektar. Dan saat ini, seluruh titik api sudah berhasil kami tanggulangi dengan baik,” akunya.

Dia pun berjanji akan terus meningkatkan upaya deteksi dini terhadap titik api dilingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah. Pihaknya akan berusaha keras memantau dan melakukan monitoring terhadap potensi titik api agar segera ditangani dengan cepat sebelum meluas dan merusak lingkungan disekitarnya.

“Maka kami membutuhkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan kepada petugas. Jika melihat ada titik api langsung laporkan, agar petugas kami segera melakukan penanganan dan penanggulangan,” tukasnya. (wah)

loading...