Kembali Sambangi Sanggau, Ini Atensi Kapolda Kalbar

SANGGAU – Kapolda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto kembali berkunjung ke Mapolres Sanggau, Jumat (16/10) siang.

Dalam kunjungannya kemarin, Kapolda Kalbar memberikan arahan sekaligus atensi bagi personil di Mapolres Sanggau.

Dalam arahannya, Kapolda Kalbar mengatensi khususnya bagi anggota yang mengidap penyakit agar diobati dan dilakukan pendataan serta dilaporkan ke Karo SDM. Bakal ada treatmen karena merupakan kebijakan Kapolri.

“Pastikan kita siap secara fisik dan secara psikis atau secara mental. Polres diperintahkan untuk BKO baik Pam TPS atau Pleton Dalmas jangan hanya jumlahnya saja, tapi dicek bahwa anggota secara fisik siap melaksanakan tugas,” katanya.

Dia melanjutkan, bahwa tidak sedikit anggota PJU Polda Kalbar, kapolres, anggota polsek dan staf di Polda Kalbar sudah terkonfirmasi atau terpapar Covid–19.

“Meskipun tanpa gejala tapi hal itu menjadi atensi kita semua, karena berpotensi menyebarkan virus,” ujarnya.

“Tetap harus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, kita harus bisa menjadi contoh bagi diri kita sendiri dan lingkungan kerja. Meskipun banyak yang terpapar kita jangan cemas, harus lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Kapolda juga mengingatkan agar anggotanya tidak underestimate terhadap segala hal dan kemungkinan, apalagi mendekati akhir pekan. Karena Polri juga masih berkonsentrasi menghadapi unjuk rasa.

“Setiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan berpotensi penyebaran Covid–19 atau beraspek kamtibmas, persiapkan rencana pengamanan libatkan stakeholder, ubah paradigma Polri serba bisa dan serba mampu. Tanggung jawab keamanan bukan hanya di polisi saja. Ajak rekan–rekan dari TNI dan instansi terkait agar mereka menyadari kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama,” jelas dia.

“Ingat, kita tidak bisa mengatasi permasalahan sendiri saja. Permasalahan sosial pasti akan menjadi masalah kamtibmas. Sadarkan masyarakat bahwa keamanan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipertahankan dan dijaga,” katanya menegaskan.

Terkait dengan informasi, Sigid mengingatkan agar polisi harus mengupdate pengetahuan dan informasi serta tidak apatis.

“Jangan sampai kita tidak tahu substansi. Informasi harus dikelola, jangan pasif terhadap informasi. Begitu juga dengan pengamanan baket (Bahan dan keterangan) agar diperhatikan karena kecanggihan teknologi, gampang sekali mendistribusikan informasi kepada kelompok atau grup yang ada di media sosial. Harusnya kita saring terlebih dahulu, mana klasifikasinya rahasia atau hanya terbatas untuk konsumsi internal. Kadang juga bisa bocor ke medsos,” terangnya. (sgg)

error: Content is protected !!