Kemenag Imbau Pengumpulan Zakat Minimalisir Kontak Fisik

PONTIANAK- Kementerian Agama mengimbau Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam teknis pengumpulan zakat maal, zakat fitrah, infaq dan sedekah hendaknya sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik langsung dengan masyarakat.

Ridwansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat mengatakan pembayaran zakat dapat dilakukan dengan menggunakan transfer bank melalui rekening dan layanan jemput zakat dengan kontak person.

“Dalam hal penyaluran tidak dibenarkan menggunakan kupon dan pengumpulan massa. Lebih diutamakan disalurkan secara langsung oleh Amil dengan bantuan relawan zakat ke mustahik,” ulasnya.

Lebih lanjut dia meminta dalam pembagian, petugas dilengkapi standar kesehatan berupa masker, sarung tangan, alat cuci tangan sekali pakai (tissue) dan menjaga jarak.

Diharapkan kepada masyarakat dalam penyaluran zakat fitrah kepada BAZNAS/LAZ/UPZ di lingkungannya dapat dilakukan sesegera mungkin mulai 1 Ramadan. Agar manfaat zakat dapat dirasakan oleh Mustahiq saat kondisi wabah Covid-19, dalam melaksanakan ibadah puasa dan menyongsong Hari Raya.

Melaporkan pelaksanaan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah maupun dana sosial lainnya ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar di Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalbar dan pemerintah daerah secara berkala sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. (mrd)

error: Content is protected !!