Pembangunan Jalan Lingkungan Rumah MBR
Kementerian PUPR Alokasikan Rp9,49 M

BANTUAN PSU: Pengembang di Kalimantan Barat mendapat bantuan stimulan untuk membangun prasarana, sarana dan utilitas perumahan dari Kementerian PUPR. IST

PONTIANAK – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) sebagai stimulan bagi pelaku pembangunan rumah untuk membangun rumah MBR yang berkualitas. Di Kalimantan Barat (Kalbar), bantuan PSU dialokasikan Rp 9,49 miliar untuk 1.367 unit rumah bersubsidi dan akan dilaksanakan di lima kabupaten/kota di provinsi ini.

“Bantuan PSU akan kami salurkan kepada pengembang perumahan di Kalimantan Barat sebagai stimulan agar mereka lebih bersemangat membangun rumah bersubsidi untuk masyarakat serta mendorong tercapainya Program Sejuta Rumah,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid.

Dia mengatakan, untuk pelaksanaan penyaluran bantuan PSU di Kalbar, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR telah menugaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Rumah Umum dan Komersial pada Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Kalimantan Barat Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan I untuk melaksanakan penandatangan kontrak dengan 20 pengembang perumahan bersubsidi.

Sebanyak 20 pengembang perumahan bersubsidi tersebut terdiri dari 15 pengembang di Kabupaten Kubu Raya Sebanyak 892 unit, satu pengembang di Kota Pontianak sebanyak 96 unit, satu pengembang di Kabupaten Landak sebanyak 66 unit, satu pengembang di Kabupaten Sambas sebanyak 50 unit, satu pengembang di Kabupaten Ketapang sebanyak 139 unit, dan satu di Kabupaten Melawi sebanyak 124 unit.

Dana senilai Rp 9,49 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan PSU berupa jalan lingkungan rumah bersubsidi sepanjang 6.133,5 meter yang terdiri dari jalan paving blok sepanjang 5.513,5 meter dan beton sepanjang 620 meter.

“Kami targetkan seluruh proses pembangunan PSU rumah bersubsidi di Kalbar dapat selesai pada akhir tahun 2021 ini,” ujar Khalawi.

Sementara itu, Ketua Real Estat Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini mengapresiasi bantuan hibah dari pemerintah tersebut. Baginya, progam ini cukup membantu pengembang dalam menghadirkan rumah MBR yang berkualitas dan nyaman untuk mereka.

“Program ini sangan membantu pengemabang di masa pandemi seperti saat ini. Dengan bantuan ini, cashflow lebih lancar dalam menjalankan usaha,” tuturnya, Minggu (25/7).

Anggaran ini oleh para pengembang akan dibuat jalan lingkungan rumah. Meski tidak mengcover semua, namun setidaknya mengurangi beban para pengembang. “Yang jelas dalam satu komplek tidak semua dibantu. Misalnya panjang jalan 500 meter. Cuma 150 meter saja yang dibantu dana PSU, dan sisanya diselesaikan sendiri oleh pengembang,” katanya. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!