Kendaraan Masuk KKU Melonjak

Sejumlah kendaraan saat dilakukan pengecekan oleh petugas gabungan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kayong Utara di Dusun Siduk,  Desa Simpang Tiga,  Kecamatan Sukadana.  foto Istimewa. 

Petugas Kewalahan 

SUKADANA – Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kayong Utara, Noorhabib mengatakan, jumlah arus kendaraan masuk ke Kayong Utara melalui pintu masuk Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga Kecamatan Sukadana dari Kabupaten Ketapang pada momen lebaran mengalami lonjakan hingga membuat kewalahan petugas.

“Untuk perbatasan Kayong Utara dan Ketapang jalur darat, pada lebaran hari ke dua yang masuk ada tercatat kurang lebih 1500 orang masuk dari Ketapang ke kita (Kayong Utara.Red), melalui pintu masuk Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana. Kami merasa heran, mau kemana, padahal kalau ke lokasi wisata sedang ditutup,”terangnya kepada Pontianak Post, Kamis (28/5).

Sebab, kalau mereka ingin ke lokasi wisata, orang tersebut diminta pulang oleh petugas. Tetapi berdasarkan data yang ada kebanyakan beralasan ingin bersilaturahim ke keluarganya, pada momen lebaran.

“Sementara untuk petugas yang ada hanya sebatas mendata, dan mengecek kondisi suhu tubuhnya.  Alhamdulillah mereka selama itu tidak ada suhu tubunya rata-rata normal,”lanjut dia.

Diakui dia, pada momen idulfitri, khususnya untuk pintu masuk di posko gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga Kecamatan Sukadana, Kayong Utara cukup kewalahan. Terutama pada hari ke dua dan tiga lebaran. Mereka yang dinas berjaga pagi mulai dari pukul 06.00 wib sampai pukul 12.00 siang, pintu siduk cukup ramai.

“Sejauh ini untuk masyarakat yang melintas di posko dan akan dilakukan pemeriksaan bisa dikatakan mereka mengerti. Walau ada satu sampai dua orang oknum merasa terganggu perjalanan mereka, karena harus melalui pemeriksaan,”ungkapnya.

Bahkan ada beberapa kendaraan yang juga komplain jika kendaraannya tidak mau didata, hingga disemprot dengan cairan disinfektan. Sebab, kalau masuk ke Kayong Utara harus mengikuti aturan yang ada. Kecuali tubuh dan bungkusan makanan tidak dilakukan penyemprotan, namun barang lainya tetap dilakukan penyemprotan.

“Ini dilakukan demi kenyamanan bersama, dalam mencegah dan memutus penyebaran rantai penyebaran Covid 19,”lanjutnya.

Namun demikian, walau mengalami terjadinya lonjakan masuk kendaraan di pintu masuk Kayong Utara dan Ketapang untuk arus lalu lintas cukup lancar dan terkendalai.

Noorhabib menambahkan, untuk jumlah penumpang yang masuk ke Kayong Utara melalui jalur air masih terbilang normal, jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Sebeb, jika dibanding dengan tahun lalu apa lagi menghadapi lebaran untuk jumlah penumpang cukup tinggi.

“Untuk saat ini, penumpangnya tidak terlalu ramai. Namun kalu untuk kapal motor (klotok) bisa dikatakan jumlah peminatnya cukup ramai. Yang banyak diminati oleh pengendara sepeda motor. Baik dari arah Rasau Jaya Teluk Batang, maupun sebaliknya di beberapa pelabuhan atau dermaga yang ada,”terang Noorhabib yang juga sebagai kepada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kayong Utara ini.

Ia mengatakan, untuk jumlah penumpang mengalami penurunan untuk angkutan air. Tentunya hal tersebut dipengarui adanya pandemi Covid 19. Sehingga jumlah penumpang yang keluar masuk Kayong Utara mengalami pengurangan. “Ini dikarenakan adanya pandemi Covid 19,  akhirnya jumlah penumpang pada angkutan air mengalami pengurangan,” timpalnya.  (dan)

 

loading...