Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Galang Dana Sendiri

JALAN RUSAK : Anak sekolah saat melintasi di jalan rusak di Dusun Sukamulia, Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang | DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Warga Dusun Sukamulia Dua, Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang mengeluh atas akses jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah. Karena kesal tak diperbaiki, warga pun melakukan aksi protes dengan mengumpulkan sejumlah uang untuk perbaikan jalan. Selain itu, warga sempat mengatakan tidak percaya mengenai janji politik, baik DPRD, maupun pencalonan kepala daerah yang berjanji akan memperbaiki jalan tersebut. 

DANANG PRASETYO / Teluk Batang

SIANG itu, Pontianak Post membuktikan secara langsung dengan mencoba melalui jalan yang selama ini dikeluhkan warga dengan menggunakan sepeda motor. Jalan tersebut diperkirakan dibangun sekitar tahun 1995 sejak presiden kedua Indonesia, Soeharto, yang menjabat dari tahun 1967 sampai 1998.

Kondisi jalan selain berlubang, juga terdapat kubangan lumpur dan licin. Ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut.

Kadus Sukamulia Dua, Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang, menceritakan, jalan tersebut rusak cukup lama. Karena, bangunan jalan yang ada merupakan bangunan kali pertama dibangun sejak era Presiden Kedua Indonesia Soeharto hingga sekarang tidak pernah dilakukan perbaikan.

Ditanya mengenai aksi mengumpulkan sejumlah uang dari masyarakat, ia mengaku, hal ini secara tidak langsung bentuk protes, terhadap pemerintah. Karena sambung dia warga sekitar sudah cukup lama mendambakan jalan tersebut diperbaiki.

Warga dalam pengumpulan uang untuk perbaikan jalan yang rusak sejak bertahun-tahun.

“Ini saya dan kawan-kawan lainnya sudah ada terkumpul sekitar belasan juta rupiah. Harapannya hasil dari uang tersebut dapat memperbaiki jalan yang rusak, dengan menggunakan alat berat yang sudah dipesan,” terang pria yang bekerja sebagai petani ini kepada Pontianak Post, Rabu (6/11).

Warga di sekitar tempat ia bermukim kebanyakan bekerja sebagai petani. Sehingga pada saat musim panen, kebanyakan dari mereka sulit untuk keluar memasarkan hasil pertanian. Selain itu, sambung dia, jika hujan, ketika ada warga yang sakit cukup sulit untuk dibawa ke rumah sakit, karena kondisi jalan yang tindak memungkinkan.

“Kalau sudah hujan, susah anak-anak sekolah mau berangkat. Sekolah yang ada disini SDN 10, dengan jarak yang ditempuh dengan kondisi jalan rusak kurang lebih tiga kilometer,” terangnya.

Dikatakan dia, kondisi jalan yang rusak tersebut sudah “terpampang” sebelum terbentuknya Kabupaten Kayong Utara (dulu masuk wilayah Kabupaten Ketapang). “Sudah seperti ini dan mengalami rusak sudah lama,”singkatnya.

Dia melanjutkan, akibat rusaknya jalan, aktivitas perkonomian masyarakat “lumpuh” saat musim hujan, mengingat jalan tersebut merupakan jalan utama. “Kalau sudah panen raya pernah harga beras hanya tujuh ribu. Jadi banyak juga warga yang mengeluh,” lanjutnya.

Namun begitu dia tak menampik ada perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah. Hanya saja tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Yang dikerjakan pada bagian depan saja. “Ada perbaikan tetapi hanya pada bagian depan saja, tidak sampai ke lokasi yang rusak berat,” ungkapnya.

Menaggapi hal ini, salah satu Anggota DPRD Kayong Utara Dapil Tiga, Teluk Batang-Seponti Ngadikun, menyatakan menyayangkan adanya opini-opini masyarakat yang berkembang. Namun lanjut dia, dalam menanggulangi hal tersebut, sudah ada bagian-bagiannya, dan menjadi tanggung jawab bersama.

“Warga bisa saja menyampikan harapanya kepada masing-masing anggota DPRD. Selanjutnya anggota DPRD akan melanjutkan kepada pemerintah daerah. Saya rasa ini hanya putus komunikasi saja,” ungkapnya.

Sebenarnya lanjutnya, tak dapat juga jika dikatakan tidak tersentuh, karena ada perbaikan. Namun karena anggaran yang sangat terbatas, dan melihat kondisi dan luasnya wilayah, tidak mungkin dapat sekaligus diperbaiki. “Ya kita bertahap, apa yang selama ini menjadi harapan masyarakat dapat kita realisasikan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, anggota DPRD terutama dari dapil yang bersangkutan tidaklah lepas tangan atas kondisi yang dialami warga. Sebab, sambung dia, masing-masing wilayah sudah ada bagiannya sesuai dengan dapil masing-masing.

“Walau saya Dapil Tiga, kebetulan saya tidak ada melakukan reses di situ. Namun terkait hal ini akan saya sampaikan kepada kawan-kawan lain yang berada di dapil tiga. Apakah benar tidak tersentuh. Tetapi saya rasa tidak mugkin tidak tersentuh,” lanjutnya.

Hanya saja, sambung dia apa yang selama ini diharapkan masyarakat di sana belum sepenuhnya terpenuhi. Namun setahu dia, di daerah tersebut ada perbaikan jalan kurang lebih sejauh dua kilometer. Jadi ia menilai, rekan-rekan anggota DPRD lainnya sudah berbuat, hanya saja permasalahanya terdapat terbatas anggaran.

“Masalah ini saya rasa terdapat pada keterbatasan anggaran, dan memang harus bersabar, sambil menunggu adanya anggaran perbaikan jalan apa yang menjadi harapan warga,” tutupnya.

Untuk diketahui anggota DPRD Kayong Utara Dapil Tiga, Kecamatan Teluk Batang dan Kecamatan Seponti meliputi, Soleh dari partai Hanura, Alias dari PKB, Sahid dari PKPI, Herwansyah dari PDIP, Sarnawi dari Demokrat, Herkan Yamani dari PPP, Abdul Muis dari Perindo, Ngadikun dari partai Golkar, Zainudin Vandio dari Gerindra. (*)

 

Read Previous

UMK 2020 Landak Rp 2,5 Juta

Read Next

Ini Resep Duet Ruben Onsu-Jordan Onsu Sukses Bisnis Kuliner