Budi Darma Berpulang Menjelang Kelahiran People from Bloomington
Kesederhanaan yang Membungkus Kebesarannya

Budi Darma

People from Bloomington, versi bahasa Inggris buku kumpulan cerpen Orang-Orang Bloomington, menyapa publik Amerika Serikat (AS) tahun depan. Namun, sang penulis, Budi Darma, berpulang sebelum ”anak bungsunya” lahir.

SYDNEY masih tengah hari saat Tiffany Tsao menerima kabar duka dari tanah air. Profesor Budi Darma menghadap Sang Kuasa. Berita itu menusuk hati Tiffany. Sedih. Tidak ada yang bisa dia ungkapkan.

Perempuan berambut lurus itu bertemu dengan Budi Darma di Surabaya pada 2019. Tiffany adalah penerjemah kumpulan cerpen (kumcer) populer yang kali pertama terbit pada 1980 tersebut. Ada tujuh cerpen yang dia alih bahasakan ke bahasa Inggris. Selama penerjemahan, dia berinteraksi intensif dengan Budi Darma. Mereka berdua tidak butuh waktu lama untuk nyambung meski tidak sering bertatap muka.

’’Kumcernya belum sempat diluncurkan,’’ sesal Tiffany. Kemarin (21/8) dia mengungkapkan rasa kehilangannya lewat pesan tertulis kepada Jawa Pos (Jaringan Pontianak Post). Kisah pertemuannya dengan Budi Darma di Kota Pahlawan menjadi memori berharga. Saat itu, bersama Norman Erikson Pasaribu, Tiffany berkenalan dengan sang maestro dan langsung bisa merasakan kebaikannya.

Budi Darma adalah sosok rendah hati yang membuat siapa pun tidak akan merasa kecil berhadapan dengan sastrawan sebesar dirinya. ’’Betapa baik orangnya, betapa sederhananya, betapa peduli kepada orang lain. Saya sangat bersyukur sempat kenal Pak Budi,’’ ungkap penulis The Majesties dan The Oddfits tersebut. ’’Saya selalu kagum kepadanya,’’ kata Tiffany.

Kini semua kenangannya dengan Budi Darma menjalarkan rasa sesak di dada. Dia hanya bisa mengungkapkan segala emosi tidak enak dalam dirinya itu dengan kata sedih dan kehilangan.

People from Bloomington dijadwalkan meluncur ke pasar pada April 2022. Sampul buku yang digarap Tom Gauld, ilustrator yang tinggal di London, itu apik. Penguin Classics menunjukkan desain sampulnya beberapa waktu lalu. Tiffany tidak sabar menunggu hari itu tiba. Namun, penantian itu tidak lagi sama tanpa Budi Darma.

Bukan hanya Tiffany yang tertawan kesederhanaan Budi Darma. Intan Paramaditha yang kini juga berada di Australia tidak percaya harus kehilangan Budi Darma secepat ini. Penulis buku Sihir Perempuan itu menuliskan pengantar pada kumpulan cerpen Orang-Orang Bloomington versi bahasa Inggris. Untuk bisa meramu pengantar yang tepat, dia kembali mengulik Orang-Orang Bloomington dan tulisan-tulisan lain Budi Darma.

Termasuk tesisnya tentang penulis Jane Austen. ’’Saya melihat ada hubungan antara ketertarikan Pak Budi terhadap Jane Austen dan penggambarannya atas Bloomington,’’ kata Intan.

Pertemuan pertamanya dengan Budi Darma terjadi pada 2015. Komunikasi mereka berdua terjalin lewat surel. ’’Beliau santun sekali,’’ ungkap Intan.

Kesan itu yang kali pertama muncul saat mereka berinteraksi. Intan tidak menyangka, Budi Darma adalah sosok sederhana. Tidak seperti tokoh-tokoh dalam cerita-cerita fiksi miliknya yang aneh, absurd, bahkan terkesan membahayakan.

Intan menyebut Budi Darma sebagai penulis yang rajin merawat hubungannya dengan sesama penulis yang lain. Setiap melihat tulisan atau hasil wawancara Intan di media, Budi Darma selalu mengirimkan pesan atau surel. ’’Misalnya, Pak Budi kali terakhir mengatakan bahwa beliau senang membaca eulogi saya untuk Toeti Heraty,’’ ungkap Intan.

Disapa langsung oleh penulis yang dikaguminya, Intan merasa mendapat suntikan semangat. Menurut dia, tidak banyak penulis senior yang memberikan dukungan kepada juniornya dengan manis seperti itu. ’’Pak Budi dan Pak Sapardi Djoko Damono, keduanya almarhum, melakukan ini. Dan, mereka makhluk langka,’’ tegas Intan.

Menurut dia, karya-karya Budi Darma sarat intertekstualitas. Yakni, selalu ada rujukan pada teks lain dalam khazanah sastra. Cerita-cerita tentang kesepian, kesuraman, dan kekejaman yang Budi Darma torehkan dalam karyanya adalah caranya menyentuh esensi manusia. Insan yang kesepian, tetapi ingin dicintai dan makhluk yang seolah putus asa, tetapi sebenarnya masih menyimpan harap pada kehidupan. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!