Ketua Gapkindo Kalbar; Kekurangan Bahan Baku, Lima Pabrik Karet Belum Beroperasi

PONTIANAK – Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar, Jusdar mengatakan, hingga saat ini masih ada sejumlah pabrik karet yang belum beroperasi. Kekurangan bahan baku menjadi penyebab utama tak beroperasinya pabrik karet di Kalbar.

“Dari 16 pabrik yang ada di Kalbar, hanya 11 pabrik yang beroperasi, 5 pabrik tidak beroperasi,” ungkap dia, kemarin.

Dia mengatakan, industri karet Kalbar menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya yaitu kurangnya pasokan Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar) dari petani lokal untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Hingga saat ini, sebagian pasokan bokar didatangkan dari luar Kalbar.

“Untuk tahun ini industri Karet di Kalbar masih kekurangan Bokar, sehingga ada pabrik yang harus beli Bokar dari luar provinsi Kalbar, seperti dari Kalteng, Lampung, Sumsel dan Bangka Belitung,” tuturnya.

Jusdar berharap, tahun ini industri karet bisa tumbuh lebih baik dari tahun lalu, seiring dengan pulihnya kondisi ekonomi negara-negara konsumen karet. Sebagai salah satu penghasil karet, Kalbar menjadi pemasok komoditas itu ke sejumlah negara, seperti China, Jepang, Korea, India, Taiwan, USA, Amerika Latin, Eropa, dan lain sebagainya.

“Dengan adanya vaksin Covid 19 di tahun 2021 ini  diharapkan perekonomian di negara-negara konsumen karet alam akan membaik, sehingga konsumsi juga akan meningkat dibanding tahun lalu,” pungkas dia. (sti)

error: Content is protected !!