Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Buka Kegiatan Evaluasi Satger PKK-KKBPK-Kesehatan

PONTIANAK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji, membuka kegiatan Evaluasi Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020 secara daring, Selasa (1/12/2020).

Kegiatan Satger PKK KKBPK Kesehatan merupakan kegiatan rutin yang dilombakan setiap tahun sampai ke tingkat nasional. Kegiatan ini merupakan kegiatan sektoral yang mempengaruhi pembangunan Sustainable Development Goals (SDG’s), melalui pelaksanaan terbaik PKK KKBPK dan Kesehatan, meliputi kegiatan Posyandu serta Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Hasil kemenangan tahun lalu telah mengantarkan Kota Singkawang sebagai pemenang Pakarti Madya 2 untuk kategori pelaksana terbaik Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat nasional, yang telah menerima penghargaan pada Harganas,” papar Ny. Hj. Lismaryani dalam sambutannya.

Dia mengharapkan apa yang telah ditorehkan Kota Singkawang dapat diikuti oleh kabupaten/kota lainnya dengan fokus meningkatkan peran masing-masing unsur. “Sehingga kabupaten lainnya juga mampu mewakili Kalimantan barat dalam lomba tingkat nasional,” pintanya.

Ny. Hj. Lismaryani berharap pada pertemuan hari ini dapat memacu seluruh tim pelaksana PKK-KKBPK-Kesehatan kabupaten/kota sampai ke tingkat desa agar meningkatkan kualitasnya, sehingga tahun depan ada kabupaten di Kalimantan Barat yang masuk ke dalam nominasi tingkat nasional seperti yang telah dicapai Singkawang.

“Untuk itu saya berikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK Kota Singkawang dan harapan saya kabupaten/kota lainnya juga dapat meraih penghargaan dalam bidang ini,” harap Ny. Hj. Lismaryani.

Merujuk pada pedoman dan catatan hasil kegiatan Satger PKK-KKBPK-Kesehatan, peran utama PKK dalam pemberdayaan dasawisma, dengan meningkatkan jumlah Dasawisma yang aktif dan kader yang terlatih dalam meningkatkan cakupan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan.

“Pemberdayaan maupun pembentukan Dasawisma hendaknya dimulai dari unit RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga pengurus PKK diharapkan memahami strategi pembentukan pelatihan dan pembinaan,” ujar Perempuan Nomor 1 di Kalimantan Barat ini.

Ny. Hj. Lismaryani juga mengharapkan sektor-sektor terkait dapat memaparkan perannya dalam pembinaan PKK-KKBPK-Kesehatan dari perencanaan, pelaksanaan penilaian, pelaporan, dan pemberian reward. Dia meminta petugas sektor terkait juga dilibatkan dalam kerja sama tim pelaksana PKK-KKBPK-Kesehatan sampai ke tingkat desa.

“Tetapi jangan lupa tindak lanjut dari pelatihan itu yang penting, perlu monitoring berapa persen yang tidak aktif dan tidak berfungsi serta bagaimana solusi pembinaannya,” ujarnya mengingatkan.

Selanjutnya Ny. Hj Lismaryani meminta semua peserta yang hadir dalam kegiatan evaluasi tersebut berperan aktif. Apa yang disampaikan dalam pertemuan ini, dia meminta seluruh peserta menindaklanjuti dengan mengaktifkan tim sektoral terkait, biak di kabupaten/kota maupun di tingkat desa.

“Segera sosialisasikan kegiatan ini berjenjang sampai ke desa. Laksanakan jenis lomba sesuai pedoman, dan kirim laporan sesuai petunjuk dan tepat waktu,” ujarnya memberi arahan.

Mengingat hingga akhir tahun 2020 wabah Covid-19 belum berakhir, Ny. Hj. Lismaryani tak bosan mengingatkan peserta untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan. “Dan saya ingatkan kepada kita semua agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan serta patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.(r)

error: Content is protected !!