Khawatir Longsor Susulan, 67 Warga Diungsikan

BOTAK : Kondisi Bukit Peniraman pasca terjadinya longsor. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

BPBD Salurkan Bantuan Makanan dan Pakaian

MEMPAWAH – Pasca longsor di Gang Baiduri, Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, aktivitas masyarakat terpantau lengang, Rabu (15/7) pagi. Korban bencana longsor masih mengungsi di rumah-rumah keluarganya. Mereka belum berani pulang ke rumah, lantaran khawatir adanya longsor susulan.

“Secara kasat mata, kita lihat situasi sudah mulai kondusif. Sudah tidak ada lagi pergerakan tanah di kaki Bukit Peniraman. Namun, kita tetap terus melakukan pantauan dan monitoring dilapangan,” jelas Kepala Desa (Kades) Peniraman, Madsudi.

Madsudi mengatakan, sebagian masyarakat tetap berada di rumah. Mereka mengurangi aktivitas di luar rumah, terlebih aktivitas yang berada di sekitar kaki Bukit Peniraman. Sebab, masyarakat khawatir terjadinya longsor susulan.

“Sementara ini belum ada aktivitas. Mudah-mudahan situasinya segera normal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas sebagaimana biasanya,” harap dia.

Madsudi memastikan tidak ada korban luka dalam bencana tanah longsor Bukit Peniraman yang terjadi pada Selasa (14/7) sore itu. Seluruh korban yang terdampak longsor dalam kondisi stabil.

“Hanya kerusakan bangunan rumah saja. Ada dua rumah yang mengalami kerusakan berat. Kita bersyukur semua masyarakat dalam kondisi selamat,” ucapnya.

Lebih jauh, dirinya memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan kesigapan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam penanggulangan dan penanganan korban bencana tanah longsor di Desa Peniraman. Bahkan, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi langsung turun ke lokasi longsor.

“Bantuan untuk korban longsor juga telah disalurkan oleh BPBD Kabupaten Mempawah. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok makanan dan pakaian,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Mempawah mengungkapkan, bencana tanah longsor Bukit Peniraman mengakibatkan kerusakan bangunan dan kerugian materil. BPBD mendata terdapat 15 rumah yang mengalami kerusakan ringan dan berat akibat tertimbun longsor. Sementara itu, ada 67 jiwa yang terpaksa mengungsi.

“Dari 15 rumah itu, 2 rumah mengalami kerusakan berat dan 13 rumah lainnya rusak ringan. Rumah yang mengalami kerusakan berat milik Abbas dan Al-Pari,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, H Hermansyah.

Selain Abbas dan Al-Pari, lanjut Hermansyah, rumah yang mengalami kerusakan ringan adalah milik Kadir, Syamsul, Sidiq, Tohir, Muhdi, Kurdi, Kosiah dan Hajer. Kemudian, rumah milik Deni, Marsum, Budi, Marsyai dan Muryanto.

“Sementara ini, ada 15 keluarga mengungsi di rumah-rumah keluarga di Desa Peniraman yang dianggap lebih aman dari ancaman tanah longsor. 15 keluarga itu terdiri dari 67 jiwa,” paparnya.

Dari 15 keluarga tersebut, sambung Hermansyah, 13 keluarga terpaksa mengungsi untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Sebab, pihaknya khawatir masih akan terjadi longsor susulan di lokasi itu.

“Kalau kita lihat kondisinya, kemungkinan masih ada potensi longsor susulan. Karena itulah, 15 kk ini diungsikan ke rumah-rumah keluarganya yang lokasinya diluar radius bahaya longsor,” tutur Hermansyah.

Hermansyah pun memastikan BPBD Kabupaten Mempawah telah menyalurkan bantuan untuk korban tanah longsor Bukit Peniraman. Bantuan diserahkan kepada pemerintah desa setempat untuk disalurkan kepada masyarakat korban longsor.

“Tadi (kemarin) malam bantuan langsung kami distribusikan ke lokasi bencana. Yakni berupa beras 140 kg, gula 14 kg, kopi 7 kg, daster 28 helai, selimut 14 helai, makanan siap saji dan lainnya,” tukasnya. (wah)

loading...