Kiprah Project Face Shield Kalimantan Barat Memerangi Covid-19

PELINDUNG: Bentuk alat pelindung wajah yang disumbangkan oleh Project Face Shield Kalbar untuk para tenaga medis. SITI/PONTIANAKPOST

Libatkan Puluhan Pekerja Menganggur, Hasilkan Belasan Ribu Face Shield

Relawan Project Face Shield Kalimantan Barat (Kalbar) telah menyumbangkan belasan ribu alat pelindung wajah atau face shield, bagi para tenaga kesehatan di provinsi ini. Alat pelindung wajah itu disalurkan ke sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Pembuatannya melibatkan para pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

SITI SULBIYAH, Pontianak

KOORDINATOR Project Face Shield Kalbar, Nicky, mengatakan, gerakan ini merupakan inisiatif dari sekumpulan relawan. Tujuannya ingin membantu melindungi tenaga kesehatan di Kalimantan Barat sekaligus memberikan penghasilan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

“Proyek ini mempekerjakan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian untuk membuat pelindung wajah atau face shield handmade yang kemudian disumbangkan kepada tenaga kesehatan di Kalimantan Barat,” katanya.

Saat ini, sedikitnya sebanyak 22 pekerja aktif terlibat dalam proses pembuatan alat pelindung wajah ini dan mampu memproduksi 50-100 buah per hari. Meski disumbangkan secara gratis ke fasilitas kesehatan, para pekerja ini tetap mendapatkan upah. Kini sedikitnya sudah sekitar 14 ribuan face shield yang sudah disalurkan ke berbagai fasilitas kesehatan.

“Kami konsepnya menerima sumbangan dari para donatur kemudian membeli bahan-bahan untuk dibagikan ke pembuat,” ujarnya.

Dalam proyek ini, pembuat face shield sebagian besar berasal dari penduduk lokal yang tidak dapat lagi bekerja karena wabah Covid-19.  Penyelenggara proyek menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi di rumah dan pelatihan video secara daring (online). Pembuat hanya perlu menyiapkan gunting, penggaris, cutter, stapler, dan pulpen.

“Bahan-bahanya beli dari toko buku, toko furniture. Sangat mudah dicari,” katanya. Setelah produksi selesai, penyelenggara proyek mengumpulkan hasil jadi dan menyumbangkannya kepada staf medis rumah sakit dan pusat kesehatan untuk digunakan. Sementara pembuat akan menerima penghasilan sebesar Rp 500 untuk setiap masker selama periode produksi.  Untuk setiap 2.500 unit yang dibuat, penghasilan akan ditambahkan dengan Rp50 per buah.

Adapun para donator proyek adalah orang-orang yang antusias untuk memberikan donasi face shields. Biaya produksi untuk satu unit face shield adalah Rp3.000. Para donatur dapat menentukan berapa banyak face shield yang akan disumbangkan di muka, dan kemudian menghitung dana yang dikirim untuk sumbangan.

Proyek yang ia kerjakan ini semula hanya melibatkan satu hingga dua karyawan di rumah. Namun, Nicky tak menyangka belakangan banyak yang memberikan apresiasi dan mendukung kegiatannya, baik dari keluarga, teman maupun para donatur. “Kami juga tidak mengira bahwa rumah sakit akan membutuhkan face shield buatan tangan kami,” pungkasnya. *

loading...