Kirim Bandit Masuk Penjara

ILUSTRASI & GRAFIS: SIGIT /PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Tujuh pencuri yang beraksi di Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Timur, dan Sungai Kakap ditangkap polisi. Para pelaku itu terlibat berbagai kasus, mulai dari pencurian uang, telepon genggam, peralatan rumah tangga, laptop hingga kelapa. Mereka adalah UN, WH, HR, DD, JL, PD, dan AK.

Dari data kepolisian, UN dan WH ditangkap di dua tempat berbeda pada Kamis, 12 September 2019. Keduanya terlibat kasus pencurian dan menadah barang hasil kejahatan dari kasus pencurian satu unit telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp300 ribu yang terjadi di Kafe Nineteen, Kecamatan Pontianak Tenggara pada Rabu, 31 Juli 2019.

HR ditangkap pada Rabu, 11 September 2019, di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara, setelah diketahui melakukan pencurian permadani, peralatan jemuran pakaian, satu unit televisi, satu buah tabung gas 3 kilogram, sepuluh set tempat makanan, dan beberapa pakaian laki-laki, milik warga di Gang Sabar, Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur.

DD dan JL, pelaku pencurian dan penadah barang kejahatan, ditangkap di dua tempat berbeda, setelah terbukti menadah dan melakukan pencurian dua buah tabung gas 3 kilogram, satu buah tabung gas 5 kilogram, satu unit kamera mini, sembilan biji batu akik, dua unit alat pengering rambut, satu unit blender, satu unit notebook, mata uang asing Amerika,  Filipina, Thailand, Hongkong, Malaysia, dan satu buah tas fitness, di Gang Tanjung Harapan, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Perbuatan itu dilakukan pelaku berulang dan dikali kedua ia berhasil menggasak satu buah tabung gas ukuran 12 kilogram dan satu unit mesin air serta uang tunai sebesar Rp3 juta, hingga sebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp33 juta.

PD ditangkap polisi di kediamannya di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, pada Kamis, 12 September 2019, setelah terbukti melakukan pencurian satu unit notebook dan satu unit telepon genggam di rumah warga di Dusun Selat Banten, Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, pada Sabtu, 3 Agustus 2019.

Satu pelaku lain, yang juga berhasil dibekuk polisi adalah AK. Warga Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan itu ditangkap setelah terbukti melakukan pencurian 1.432 buah kelapa milik warga Dusun Tanjung Intan, Desa Sungai Kupah, Sungai Kakap, pada Kamis, 12 September 2019.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Pulli mengatakan, penangkapan terhadap pelaku pencurian dan penadah barang hasil kejahatan itu, bermula dari kasus pencurian yang dialami pengunjung kafe Nineteen.

Rully menjelaskan, tas korban berisikan satu unit telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp300 ribu, yang tersimpan di atas meja panggung hilang. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp3 juta.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, dilakukan penyelidikan. Kamis, 12 September 2019, WH di Jalan Selat Panjang, Dusun Mega Sari, Desa Mega Timur diduga menguasai satu unit telepon genggam hasil kejahatan,” kata Rully, Jumat (13/9).

Rully mengatakan, dari informan bahwa bergerak menuju ke alamat tersebut. Setibanya di Jalan Selat Panjang, WH berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Pelaku mengaku jika telepon genggam itu dibeli seharga Rp1,5 juta dari temannya, UN alias SN.

Rully menyatakan, berdasarkan keterangan itu, dilakukan pencarian. UN diketahui berada di Jalan Prof M Yamin, Kecamatan Pontianak Kota. Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan dan mengaku telah melakukan pencurian di kafe Nineteen.

Sementara itu, lanjut Rully, HR yang beraksi di wilayah hukum Polsek Pontianak Timur berhasil ditangkap. Pelaku diketahui melakukan pencurian di warung lamongan, Jalan Tanjung Raya 2. Adapun barang yang berhasil diambil pelaku, yakni permadani, peralatan jemuran pakaian, satu unit televisi, satu buah tabung gas 3 kilogram, sepuluh set tempat makanan dan beberapa pakaian laki-laki, milik warga di Gang Sabar, Jalan Tanjung Raya 2.

“Pelaku ditangkap di Jalan 28 Oktober, Pontianak Tenggara, pada Rabu, 11 September 2019. Dari tangannya disita barang bukti, satu unit televisi dan tujuh set tempat penyimpan makanan. Sementara beberapa barang hasil kejahatan lainnya, masih dilakukan pencarian,” ucap Rully.
Tak mau ketinggalan, jajaran Polsek Pontianak Selatan pada Kamis, 12 September 2019 berhasil menangkap dua pelaku pencurian di Jalan Imam Bonjol. Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap itu, yakni DD dan JL. Keduanya diketahui telah melakukan pencurian dua buah tabung gas 3 kilogram, satu buah tabung gas 5 kilogram, satu unit kamera mini, sembilan biji batu akik, dua unit alat pengering rambut, satu unit blender, satu unit notebook, mata uang asing Amerika, Filipina, Thailand, Hongkong, Malaysia, dan satu buah tas fitness, di Gang Tanjung Harapan, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara. Perbuatan itu dilakukan pelaku DL berulang dan dikali kedua ia berhasil menggasak satu buah tabung gas ukuran 12 kilogram dan satu unit mesin air serta uang tunai sebesar Rp3 juta.

Anton menuturkan, setelah menerima laporan korban dan setelah dilakukan penyelidikan, pada Kamis, 12 September 2019 didapat informasi jika kedua pelaku sedang berada tak jauh dari tempat kejadian. Berdasarkan informasi itu, penangkapan dilakukan. DD dan JL berhasil diringkus. Dari tangan keduanya disita barang bukti hasil kejahatan yakni, satu unit mesin pompa air, empat biji batu kecubung dan beberapa lembar mata uang asing.

Sementara itu, Polsek Sungai Kakap tak mau kalah. Dua pelaku pencurian satu unit laptop, satu unit telepon genggam dan 1.432 kelapa berhasil ditangkap. Kedua pelaku yakni PD dan AK.
Kapolsek Sungai Kakap, IPTU Anton Pardamean mengatakan, kedua pelaku itu beraksi di dua tempat berbeda. PD beraksi pada Sabtu, 3 Agustus 2019 di rumah warga di Dusun Selat Banten, sementara AK beraksi pada Kamis, 12 September 2019 di Dusun Tanjung Intan, Desa Sungai Kupah.

Anton menjelaskan, dari proses penyelidikan pada Kamis, 12 September 2019, pihaknya mendapatkan infromasi keberadaan kedua pelaku. Saat itu dilakukanlah pengejaran dan keduanya berhasil ditangkap di kediamannya masing-masing.

“Dari tangan kedua pelaku itu, disita barang bukti satu unit notebook, 1.432 buah kelapa dan mobil pick up,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ketujuh pelaku yang berhasil ditangkap itu, akan dikenakan pasal 480, 362 dan 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara empat, lima dan tujuh tahun. (adg)

Read Previous

Optimalkan Pemanfaatan Dana yang Dialokasikan Badan Restorasi

Read Next

Firli Bantah Ada Komproni

Tinggalkan Balasan

Most Popular