Kisah Yusuf Mubarak, Remaja 12 Tahun Hafiz Quran 30 Juz 

WISUDA : Yusuf Mubarak dan kedua orang tuanya foto bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji di acara wisuda hafiz/ hafizah tahun 2019. ISTIMEWA

Usia Lima Tahun Sudah Hafal Tiga Juz Terakhir

Penampilan Yusuf Mubarak pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi mengantarkan remaja 12 tahun ini menjadi juara 1 dalam lomba cabang Hifdzil Qur’an 30 juz. Yusuf sudah bisa membaca Alqur’an pada usia 4 tahun. Kelas lima SD, Yusuf  sudah menyelesaikan hafalan Alquran. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak. 

Anak kelima pasangan Harjani Hefni dan Nunung Husnul Khatimah ini sudah bisa menebak bacaan berdasarkan bentuk dari tulisan Alquran. Padahal saat itu, ia belum memiliki kemampuan membaca Alquran.

“Dia diberikan Allah kemampuan scanning apa yang dia lihat. Karena sering melihat teks Alqur’an bersamaan dengan bacaannya, dia bisa melafalkan bacaan Alqur’an seperti bentuk yang dia lihat di teks yang berjalan,” kata Harjani Hefni, ayah Yusuf.

Setelah Yusuf bisa membaca Alqur’an, orang tuanya terus membiasakan Yusuf dengan Alqur’an setiap harinya.  Usia lima tahun, Yusuf kecil sudah mengkhatamkan atau selesai membaca Alqur’an sebanyak lima kali.

“Di usia lima tahun juga Alhamdulillah dia sudah hafal tiga juz terakhir Alqur’an,” tambahnya.

Minat Yusuf membaca Alqur’an cukup tinggi. Budaya membaca dan menghafal Alqur’an juga tertanam di rumahnya. Saudara-saudara Yusuf juga penghafal Alqur’an.  Sejak hari pertama masuk kelas 2 SD, Yusuf bertekad untuk menghafal setiap hari satu halaman.

Saat menghafal, dia minta dibangunkan setiap hari pukul 04.00 atau kurang sedikit dari itu. “Alhamdulillah semangatnya itu disertai dengan komitmennya. Tidak ada hari yang sulit bagi saya untuk membangunkannya.Dalam waktu sekitar 3-5 menit dia sudah bangun,” kata ayahnya.

Usai dibangunkan ayahnya, Yusuf menjalani rutinitasnya ke kamar mandi, wudhu atau mandi dulu kemudian  siap untuk menghafal. “Kami hanya perlu menyiapkan sekotak susu untuk dia sebelum memulai hafalan. Selain itu, dia juga senang kalau kami sahur untuk puasa Sunnah, dia juga ikut sahur dengan makan coco crunch,” cerita Harjani.

Mulai pukul 04.00 hingga azan subuh, biasanya Yusuf sudah hafal satu halaman. Jika belum hapal, orang tuanya membimbing untuk melanjutkan sebentar setelah Salat Subuh. Maksimal pukul 06.30, hafalan dan muraja’ah atau mengulang-ulang hafalan sudah selesai. Yusuf pun siap-siap untuk sekolah.

Harjani mengatakan, setelah menyelesaikan hafalan di atas 10 juz, kemampuan  Yusuf untuk menghafal meningkat. Tidak hanya satu halaman satu jam, tapi bisa dua halaman, dan semakin ke ujung semakin banyak.

Yusuf akhirnya menyelesaikan hafalannya ketika kelas lima SD Al Mumtaz. Harjani masih ingat hari yang penuh berkah bagi dia dan istri itu, yakni  Jumat, 25 Agustus 2017.

Tak cukup sekadar menuntaskan hafalan. Yusuf juga tetap dibimbing untuk mengulang ulang hafalan atau muraja’ah. Ini dilakukan setelah mengaji usai subuh. “Dan Alhamdulillah, setelah 2 tahun muraja’ah, keakuratan hafalannya semakin baik,” tambahnya.

Beberapa prestasi di Bidang Alqur’an diraih Yusuf. Diantaranya Juara 1 tahfidz anak-anak sekota Pontianak, diselenggarakan oleh Labinas tahun 2016, Juara 1 Tahfidz anak-anak sekota Pontianak yang diselenggarakan oleh One Day One Juz pada 2018.

Yusuf juga menjadi wisudawan tahfidz termuda oleh Gubernur tahun 2019. Yusuf menjadi wisudawan termuda dari 100 wisudawan angkatan pertama. Usianya saat ini masih 11  tahun sembilan bulan.

Yusuf masih terus mencetak prestasi. Pernah Juara 1 tahfidz Camp Dai Muda di Lembang Bandung, Februari 2020, Juara harapan 1 MTQ Kota Pontianak pada 2020 dan Juara 1 tahfidz cabang 30 Juz, MTQ ke 28 Sekadau.

Yusuf sudah mulai mempersiapkan diri secara mandiri untuk mewakili Kalimantan Barat di MTQ XXVIII di Padang Sumatera Barat nanti. Setelah subuh sampai jam 6 pagi adalah jadwal rutin Yusuf mengulang hafalan dan belajar dengan guru untuk memperhalus bacaan.

Kemampuan menghafal Alqur’an berjalan seiring dengan prestasi akademik. Yusuf selalu masuk tiga besar di kelasnya, dan di antara mata pelajaran yang paling dia sukai adalah matematika. Di tahun 2019 pernah menjadi finalis kompetisi matematika nalaria realistik se-Indonesia. (*)

 

error: Content is protected !!