KLM Sinar Kencana Karam, Tujuh ABK Berhasil Diselamatkan

EVAKUASI: Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR Pontianak bersama unsur terkait saat menyelamatkan awak KLM Sinar Kencana yang diberitakan karam di sekitar Pulau Penebangan dan Pulau Burung. ISTIMEWA

SUKADANA – Tujuh awak kapal layar motor (KLM) Sinar Kencana berhasil ditemukan nelayan di sekitar Pulau Penebangan dan Pulau Burung, Selasa (4/8) pagi. Kapal tersebut bermuatan pupuk dari Kota Pontianak menuju Ketapang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak Yopi Haryadi memastikan semua awak kapal selamat, dan audah berhasil diselamatkan.

“Sudah berhasil diselamatkan nelayan setempat di sekitar Pulau Penebangan dan Pulau Burung, Alhamdulillah semuanya selamat,” ungkap Yopi, Selasa (4/8). Ditambahkan Yopi, saat ini untuk ketujuh awak kapal sudah dibawa tim SAR gabungan menuju Desa Dusun Besar, Kecamatan Pulau Maya. Selanjutnya mereka akan dibawa menuju Ketapang menggunakan RIB (rigid inflatable boat) Pos SAR Ketapang.

Ia menjelaskan, KLM Sinar Kencana bermuatan pupuk ini sejatinya berangkat dari Pontianak tujuan Ketapang sejak Jumat (31/7) pukul 18.35 WIB dan diperkirakan tiba di Ketapang, Selasa (2/8). Namun, lanjut dia, saat di perjalanan pemilik kapal atas nama Romi, melaporkan kapal miliknya kehilangan kontak, Senin (3/8).

Diperoleh informasi bahwa pada Sabtu (1/8) pukul  23.00 WIB, KLM Sinar Kencana terkena gelombang besar, sehingga mengalami kebocoran dan menyebabkan kapal tersebut karam. Nakhoda sempat menyalakan flare signal bahaya, di mana kemudian awak kapal yang berjumlah tujuh orang menyelamatkan diri menggunakan life jacket dan rakit.

“Sejak terima laporan kami langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan selanjutnya memberangkatkan satu tim rescue dengan menggunakan rigid inflatable boat Pos SAR Ketapang,” jelas Yopi. Unsur terkait yang dimaksud dia yakni KSOP, SROP, Pos TNI AL, Polair, KKP Ketapang, dan Agen Kapal. Yopi menambahkan, pada hari pertama RIB ini telah menyisir area pencarian  seluas 6 nm atau 10,8 km. Namun usaha di hari pertama tersebut belum menemukan kapal dan awak kapal tersebut.

“Hari kedua pencarian kami mendapat tambahan alut (alat utama) satu unit speedboat 400 PK milik BPBD Kayong utara sehingga kami menambah luas area mencapai 822 nm (1.479 kilometer) dibagi menjadi dua sektor, sebelum akhirnya awak kapal tersebut berhasil diselamatkan nelayan setempat,” tutupnya. (dan)

loading...