Klub Di Bawah Tekanan UEFA dan Regulator Liga

Michel D’Hooghe

ZURICH,- Diantara lima liga elite Eropa baru Premier League yang mengumumkan pengunduran periode jeda kompetisi diperpanjang hingga akhir April. Meski sudah dimundurkan menurut FIFA dalam situasi pandemi Covid 19 yang semakin bertambah banyak korbannya, kebijakan tersebut tetap tak pas.

Kepala Komite Medis FIFA Michel D’Hooghe seperti dikutip Daily Mail kemarin (22/3) mengatakan keputusan regulator Premier League terlalu tergesa-gesa. Memang kompetisi bisa saja mulai pertengahan Mei, tapi menurut D’Hooghe klub-klub pasti sudah persiapan di waktu sebelumnya.

“Sangat terburu-buru kalau menurutsaya. Saya memang tak bisa menerawang apa yang akan terjadi di masa depan, karena melihat situasi saat ini memutar liga pertengahan Mei jelas beresiko bagi kesehatan semuanya dan ingat kapan pandemi ini akan berpuncak tak ada yang tahu,” kata D’Hooghe.

Mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Belgia (KBVB) melanjutkan bahkan jika nantinya kompetisi dilanjutkan dengan tertutup. Tak ada jaminan isolasi dalam upaya meminimalkan penyebaran Covid 19 berjalan 100 persen.

“Tiga pekan sebelum kompetisi dimulai, para pemain, staf, dan pelatih bertemu lalu berinteraksi di ruang ganti. Mereka mandi, mungkin tidak bersalaman, namun siapa bisa menjamin mereka ke depannya ?” tambah D’Hooghe.

Seharusnya bukan cuma aspek ekonomi yang dilihat sebagai pertimbangan utama menggulirkan sepak bola. Justru aspek kesehatan juga keselamatan pemain, pelatih, staf, dn suporter yang dinomor satukan.

“Otoritas yang lebih besar dari ini (domestik, red.) bisa mengontrolnya, namun sepertinya mereka memilih tidak melakukannya,” tutur D’Hooghe. “Kalian bisa memilih salah satu yang lebih urgen saat ini, uang atau kesehatan,” tambah D’Hooghe.

Daily Mail menulis D’Hooghe secara tersirat menyerang UEFA yang pekan lalu (17/3) menggariskan kompetisi domestik rampung tidak lebih molor dari 30 Juni. UEFA bahkan sudah mengumumkan tanggal pengganti final Liga Champions dan Liga Europa dari akhir Mei menjadi akhir Juni ini. “Dengan rilis jadwal final kedua kompetisi Eropa, hal itu seperti alarm bagi pengelola domestik menyusun dan mengatur ulang agendanya,” tulis Daily Mail.

Presiden European Leagues Lars-Christer Olsson kepada AFP berkata ketegasan UEFA harus diapresiasi dalam situasi yang tak menentu seperti saat ini. “Bayangkan bagaimana klub-klub di level dua, tiga, atau bahkan empat Eropa menata jadwal kalau tidak ada langkah UEFA demi merampungkan musim 2019-2020 ini,” ujar Olsson. (dra)

Read Previous

Work From Home  di Tengah Wabah Covid-19

Read Next

Belasan Orang Diamankan Saat Pesta Narkoba

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *