Kolaborasi Dompet Digital Dorong Perluasan Elektronifikasi Transaksi

DANA, salah satu dompet digital yang banyak digunakan oleh pengguna ponsel pintar. Kolaborasi jadi kunci tingginya penggunaan aplikasi dompte digital saat ini SITI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Berbagai pihak terus mendorong perluasan dan percepatan elektronifikasi pembayaran nontunai di tanah air. Manfaat elektronifikasi transaksi itu kini dirasakan oleh banyak pihak, mulai dari masyarakat hingga pelaku usaha.

Manfaat itu dirasakan betul oleh Wawa (27). Warga Pontianak ini merasa terbantu dengan kehadiran dompet digital yang memudahkannya dalam bertransaksi. Sejak awal tahun 2019, ia telah memanfaatkan layanan digital dari dompet digital DANA. Sejak saat itu pula, transaksinya terasa semakin mudah saja.

“Tentu semakin memudahkan. Apalagi DANA juga kerap memberikan promo-promo menarik. Sebagai pemburu promo tentu hal seperti ini yang diinginkan,” tutur dia, kepada Pontianak Post, belum lama ini.

Berbagai transaksi dilakukan dengan memanfaatkan dompet digital tersebut, mulai dari belanja di merchant mitra DANA, memesan tiket nonton bioskop, membayar produk yang dibeli di marketplace, hingga transfer uang ke bank.

Kini, ia tak perlu repot lagi membawa uang tunai dalam jumlah yang besar, karena transaksi dapat dilakukan lewat ponsel pintar miliknya. Manfaat itu kian terasa ketika metode pembayaran berbasis kode QR dari berbagai aplikasi dompet digital disatukan dalam QRIS.

“Sejak ada QRIS tentu jadi lebih gampang. Dulu harus menghapal merchant mana saja yang tersedia QR codeDANA. Sekarang tidak perlu lagi, karena sudah menggunakan QRIS,” ungkap Wawa.

QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. QRIS merupakan terobosan Bank Indonesia yang menyatukan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) pengguna QR Code. Kode QR ini dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan Kode QR ini dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Tak hanya masyarakat, manfaat QRIS juga dirasakan oleh pelaku usaha. Hal ini diakui oleh Riko, pegawai di Pondok Pak Nur. Kini transaksi yang dilaksanakan di rumah makan yang berlokasi di Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak itu, dapat dilakukan secara elektronik. Pembayaran yang dilakukan secara non tunai oleh pembeli, menurutnya jadi jauh memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha.

“Selain memudahkan pembeli, kami juga merasa aman. Kalau tunai risiko dapat uang palsu itu ada, sementara tunai tidak mungkin. Kami juga tidak perlu menyiapkan kembalian dengan transaksi non tunai ini,” tutur dia.

Bank Indonesia mencatat sekitar 3,6 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah menggunakan QRIS sebagai kanal pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan andal. Di Kalimantan Barat, hingga November 2020, sudah ada sekitar 51 ribu merchant QRIS, atau naik dua kali lipat dibanding bulan Januari lalu. Penetrasi QRIS bahkan sampai ke pedagang-pedagang di pasar rakyat. Di Pasar Flamboyan Pontianak salah satunya.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Agus Chusaini, QRIS sangat efisien bagi perbankan maupun dompet digital. Begitu pula bagi merchant, selain memudahkan transaksi, hampir tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk pembelian prasarana sistem ini.

“Sistem ini tergolong nol investasi. Tidak perlu sediakan mesin EDC, cukup stiker atau kertas print yang ada barcodenya. Lewat QRIS konsumen juga tidak perlu repot membawa uang fisik. Dompet digital dan perbankan yang punya scan QR sudah bisa terhubung di satu server,” ungkap dia.

Pertumbuhan transaksi melalui dompet digital saat ini menunjukkan tren positif, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam kemudahan bertransaksi. Meningkatnya layanan transaksi nontunai tersebut sejalan dengan tumbuhnya pengguna dompet digital. Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA mengatakan, dalam kurun waktu yang tergolong singkat, tidak sampai dua tahun sejak diluncurkan, aplikasi dompet digital DANA kini sudah memiliki lebih dari 45 juta pengguna.

Vince menyebut, saat ini dalam satu hari transaksi yang dilakukan melalui dompet digital DANA mencapai 2-3 juta kali. Menurutnya, ada beberapa jenis fitur yang paling banyak digunakan oleh para pengguna. Salah satunya adalah penggunaan fitur pembayaran dengan QRIS.  “Fitur terbanyak yang digunakan di antaranya adalah pembayaran menggunakan QRIS, online merchant, send money, biller, serta Dana Bisnis,” kata dia.

Head of High Tech, Property & Consumer Goods Industry MarkPlus, Inc. Rhesa Dwi Prabowo menilai tingginya penetrasi dompet digital biasanya tumbuh beriringan dengan kepercayaan para pengguna. Baru-baru ini, MarkPlus, Inc. menggelar survei penggunaan dompet digital lewat total 502 responden yang dipilih mewakili kota-kota besar dengan penetrasi penggunaan ponsel pintar tertinggi di Indonesia. Dari hasil survei tersebut, pihaknya melihat adanya kecenderungan peningkatan transaksi secara digital, karena masyarakat lebih memilih memenuhi kebutuhannya secara daring.

“Berangkat dari situ, kami ingin melihat merek mana yang memiliki pangsa pasar jumlah atau volume transaksi tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Di sini ShopeePay unggul dengan pangsa pasar sebesar 26 persen dari total volume transaksi e-wallet di Indonesia, disusul OVO 24 persen, GoPay 23 persen kemudian DANA 19 persen, dan LinkAja 8 persen,” sebut Rhesa.

Kolaborasi Jadi Kunci

Menurut Rhesa, salah satu faktor pendorong yang membuat pengguna melakukan transaksi dengan pembayaran digital adalah karena adanya layanan yang terkoneksi di dalam satu aplikasi dengan layanan lainnya, seperti e-commerce dan layanan transportasi. Karena itulah, kolaborasi kini menjadi terobosan bagi industri dompet digital Indonesia serta menjadi penanda bahwa penggunaan dompet digital makin inklusif dan memasyarakat.

Konsolidasi dompet digital dan platform e-commerce misalnya, kata dia, dari tahun ke tahun kian menjadi resep sukses untuk mendongkrak kesempatan memimpin pasar. Dalam konteks pandemi, integrasi ini tentunya semakin mempermudah pengalaman belanja online masyarakat.

“Selain pengalaman belanja efektif dan efisien, integrasi tersebut sering diidentikan dengan penawaran promo atraktif yang dapat menaikkan daya beli pembeli,” tutur dia.

Kolaborasi dompet digital juga terus dilakukan oleh DANA. Menurut CEO dan Co-Founder DANA, Vince Iswara, kolaborasi yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pengalaman yang makin seru dalam menikmati layanan digital yang terintegrasi dalam satu genggaman. Adapun kolaborasi teranyar yang baru-baru ini dirilis dari DANA adalah kolaborasinya dengan TikTok.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen DANA dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup modern, serta bentuk dukungan terhadap nilai-nilai positif dan kreativitas dari generasi Z dalam penggunaan TikTok,” ujar Vince dalam keterangan tertulis, belum lama ini.

DANA menjadi dompet digital pertama yang menjadi mitra untuk program referral TikTok di Indonesia, sekaligus memungkinkan penarikan hadiah yang ditransfer menjadi saldo. Menurut Vince, sinergi ini membuktikan bahwa teknologi DANA makin diakui tidak hanya oleh mitra dalam negeri tetapi juga internasional. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!