Komisi IV DPR RI Sambangi Sintang Bahas 6 Terdakwa Kasus Karhutla

Duduk Bersama: Anggota Dewan DPR RI dari komisi 4 bersama Bupati Sintang dan Forkompinda bahas peladang yang menjadi terdakwa Karhutla. (Firdaus Darkatni)

SINTANG – Dua belas Anggota DPR RI dari komisi IV berkunjung ke Sintang, Jumat (29/11). Kedatangan mereka ini ingin membahas terkait 6 terdakwa yang sedang diproses hukum di Pengadilan Negeri Sintang.

Salah satu anggota DPR RI dari Komisi IV dari fraksi PKB, Daniel Johan mengatakan, mereka hadir sebagai respon mengenai nasib dari sahabat kita peladang yang terkena kasus Karhutla.

“Sementara nasib para peladang itu konkret karena mereka tulang punggung keluarga. Namun, masalah karhutla juga begitu terutama dampak asapnya” ujar Daniel yang juga ketua dari Komisi IV DPR RI ini.

Ia berujar, terkait masalah ini, perlu ada pemahaman bersama dengan detail dan komperhensif.

“Bahwa kalau peladang itu dilarang membakar itu sama saja merebut kemerdekaan mereka,” tegasnya.

Daniel juga berujar, kalau ada kebakaran dalam skala yang luas tentu konteksnya adalah sistem membakarnya. Begitu juga dengan pemerintah, perlu ada pendalaman mengenai regulasi pelarangan membakar untuk para peladang.

“Pemerintah jangan seenaknya saja melarang, peladang perlu ada pembekalan mengenai ini dan perlu kita bahas ini lebih lanjut,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno juga menceritakan mengenai masyarakat tang berjuang untuk hidup dengan berladang.

Orang nomor satu di Sintang ini mengatakan, Aliansi Anak Peladang (Asap) juga terus menyuarakan keadilan untuk 6 terdakwa yang sedang di proses hukum.

“Rekan-rekan dari Asap juga sudah terus menyeruakan para peladang terkait dengan proses penegakkan hukum yang ada. Tentunya hal ini terjadi karena ketidakadilan, makanya kita perlu membahas ini secara utuh dan bersama-sama,” ungkap Jarot.

Jarot mengatakan, perihal kasus ini, pihaknya tak bisa intervensi terkait masalah hukum ini, tetapi tentunya kita bisa mencari solusi bersama-sama perihal peladang ini.

Read Previous

Pencoretan Shalfa Karena Indisipliner, Bukan Tak Perawan

Read Next

Cornelis Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Landak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *