Kompak Kelola Keuangan Keluarga

Ilustrasi

Kerjasama dan menjaga kekompakan di dalam keluarga merupakan hal yang penting. Begitu pula dalam hal pengelolaan keuangan, seluruh anggota keluarga, termasuk anak, perlu terlibat agar kondisi keuangan tetap sehat.

oleh : Siti Sulbiyah

Perencanaan dalam keluarga merupakan hal yang penting untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Keluarga perlu mengatur strategi dan rencana berjangka untuk berbagai hal, termasuk soal keuangan. Untuk mewujudkan hal ini, pengelolaan keuangan keluarga tidak bisa hanya dibebankan pada satu orang saja. Keterlibatan seluruh anggota keluarga diperlukan agar tercipta manajemen keuangan yang diinginkan.

“Perlu komunikasi dan komitmen bersama, mulai dari ayah, ibu, dan anak-anak. Mereka punya peran dalam mewujudkan keuangan keluarga yang diharapkan,” ungkap Akademisi Universitas Tanjungpura, Dr. Haryono, S.E, M.Si.

Meski orangtua yang bertanggung jawab dalam mencari nafkah, tetapi anak-anak juga perlu dilibatkan dalam penggunaan anggaran yang tepat guna terhindar dari pemborosan.

“Jelaskan kepada anak bahwa kondisi keuangan keluarga sudah harus diatur agar arus keuangan menjadi sehat,” tutur Haryono.

Bagaimana mencapai manajemen keluarga yang sehat? Menurut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan ini, salah satu kunci penting dalam pengelolaan keuangan adalah perencanaan yang mengacu pada tujuan yang diharapkan. Ada tiga tujuan, yakni jangka pendek, menengah, serta jangka panjang. Setelah menetapkan tujuan keluarga bisa menentukan strategi yang akan ditempuh. Salah satunya dalam menyusun anggaran keperluan.

Prinsip penyusunan anggaran yang baik adalah dengan mengedepankan partisipasi seluruh anggota keluarga mulai dari ibu, bapak, dan anak-anak. Mereka saling bermusyawarah untuk menentukan anggaran yang mereka butuhkan guna memenuhi keperluan dalam rentang waktu tertentu.

“Misalnya apa keperluan yang diperlukan dalam satu bulan ke depan, itu dirincikan anggarannya. Masing-masing anggota keluarga bisa saling berdiskusi terkait hal itu,” kata Haryono.

Agar penggunaan anggaran tersebut berjalan efektif, harus dipastikan kejelasan target atau penggunaannya. Jangan sampai ada belanja kebutuhan yang tidak maksimal atau justru boros. Dalam hal ini dibutuhkan komitmen seluruh anggota keluarga agar mereka bisa bertanggung jawab dalam mengelola uang.

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan evaluasi terhadap strategi yang diterapkan, serta realisasinya di lapangan. Jika hasil yang diharap tak tercapai, bisa jadi ada kekeliruan dalam strategi atau justru ada anggota keluarga yang belum berkomitmen seutuhnya.

Di samping itu, lanjut Haryono, strategi keuangan keluarga yang juga wajib dipahami adalah dengan mengetahui portofolio pamasukan dan pengeluaran finansial keluarga. Dari sana akan diketahui seberapa besar kemampuan penghasilan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga diharapkan keluarga bisa lebih realistis dan objektif dalam menggunakan uang.

“Nah, pikirkan antara kebutuhan dan keinginan. Prioritaskan kebutuhan terlebih dahulu,” ujar Haryono.

Jika terlalu sulit dalam membuat perencanaan keuangan, sebagai langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh keluarga adalah dengan melakukan pencatatan terhadap pemasukan dan pengeluaran. Ini dilakukan agar mengetahui gambaran yang jelas terhadap kebutuhan anggaran dalam rentang waktu tertentu.

“Sedapat mungkin setiap hari melakukan pencatatan, sudah melakukan transaksi apa saja. Ini langkah yang baik untuk mengelola keuangan dengan tepat,” pungkasnya. **

loading...