Komposisi Panitia Libatkan Masyarakat Multi Etnis

cap go meh

Suasana pelantikan dan pengukuhan panitia imlek dan CGM 2020

Panitia Imlek dan CGM 2020 Dilantik

MEMPAWAH– Mensukseskan pelaksanaan event budaya Imlek dan Cap Go Meh (CGM) 2020, Pemerintah Kabupaten Mempawah melantik dan mengukuhkan panitia. Puluhan orang yang masuk dalam jajaran kepanitiaan dilantik dan dikukuhkan Plt Asisten II Setda, Drs. Rochmat Effendy, Senin (7/10) malam di Sungai Pinyuh.

“Kita patut bersyukur keberagaman multi etnis dan agama di Kabupaten Mempawah menciptakan harmonisasi dan kerukunan hidup bermasyarakat. Salah satu pengikatnya adalah kebudayaan. Karena, budaya itu mengolah rasa dan fikiran sehingga menjadi pribadi yang damai, tentram dan cinta kebersamaan,” kata Rochmat Effendy.

Menurut Kabag Kesra Pemkab Mempawah ini, perayaan imlek dan CGM 2020 harus dapat merangkul budaya lainnya agar mampu meningkatkan pangsa pasar. Caranya dengan mengkolaborasikan tampilan seni budaya dari etnis lain seperti Melayu, Dayak, Madura, Jawa dan lainnya.

“Dari semua perayaan budaya ini, intinya mewujudkan rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta melalui beragam bentuk tradisi sesuai warisan budaya nenek moyang masing-masing suku dan etnis. Rasa syukur atas nikmat yang diberikan dan berharap tahun depan bisa lebih baik dan meningkat lagi,” pendapatnya.

Berkaitan dengan pelestarian budaya, Mantan Camat Sungai Pinyuh ini mengakui Pemerintah Kabupaten Mempawah belum mampu memberikan bantuan secara maksimal. Prinsip bantuan yang diberikan hanya untuk stimulus saja. Misalnya dalam perayaan Imlek dan CGM yang diyakini bisa menghabiskan anggaran hingga ratusan juta.

“Namun, kami tetap berkomitmen untuk melestarikan adat budaya di Kabupaten Mempawah. Baik itu imlek dan CGM, roo-robo, naek dango, karapan sapi, sedekah bumi dan lainnya. Semua ini diharapkan dapat menggali dan memperkaya khasanah budaya masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Taring dan Pengobatan Alternatif Kabupaten Mempawah, Edi Sugito menyebut, Imlek dan CGM merupakan hari besar bagi masyarakat agama Konghucu. Maka, pelestarian nilai adat dan budaya menjadi suatu kewajiban yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Saat ini kita tidak lagi bicara dalam konteks agama atau suku dan etnis tertentu saja, melainkan milik bersama masyarakat Indonesia. Imlek dan CGM itu menjadi warisan budaya bersama. Makanya dari komposisi panitia, kami mengkolaborasikan seluruh etnis yang ada. Mulai dari orang melayu, dayak dan madura juga masuk dalam kepanitiaan,” tuturnya.

Edi Sugito mengaku sangat bersyukur penyelenggaraan Imlek dan CGM selalu mendapatkan perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Dukungan diwujudkan dalam bentuk penyaluran anggaran untuk mensukseskan rangkaian acara perayaan Imlek dan CGM di Kabupaten Mempawah.

“Apalagi, Kabupaten Mempawah sedang gencar mengelola potensi wisata. Maka, kita harus bekerja keras untuk mendongkrak aset wisata budaya daerah ini. Kita kesamping kepentingan-kepentingan kelompok atau politik, untuk kemajuan daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Lebih jauh, Tokoh Masyarakat Tionghoa Sungai Pinyuh ini menyebut pihaknya akan mengurus legalitas SK Kepanitiaan yang telah sah dilantik dan dikukuhkan. Legalitas tersebut sangat penting dalam posisi panitia sebagai pengguna anggaran daerah yang harus dipertanggungjawabkan secara administrasi.

“Setelah pengukuhan dan pelantikan ini, maka kami akan menyerahkan komposisi kepanitiaan kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah. Kemudian, kami berharap agar pemerintah daerah menerbitkan SK untuk mempertangungjawabkan kegiatan ini. Sebab, panitia Imlek dan CGM menjadi pengguna anggaran di Disdikporapar,” tukasnya.(wah)

 

Read Previous

Pemkot Pontianak Raih Natamukti Award

Read Next

Pendaftaran Dewan Pendidikan Kalbar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *