Komunitas Airsoft Kalbar Resah Kasus Terorisme
Senjata Teroris di Mabes Polri bukan Airsoft Tapi Air Gun

KUNJUNGAN: Airsoft Brotherhood Uniti (ABU) Indonesia Regional Kalbar menyambangi Redaksi Pontianak Post dan diterima oleh Direktur Utama Salman Busrah. ARISTONO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Airsoft Brotherhood Uniti (ABU) Indonesia Regional Kalbar sebagai wadah klub-klub penghobi airsoft di provinsi ini resah dengan aksi terorisme dan aksi koboi yang mewarnai pemberitaan tanah air. Ketua ABU Kalbar Yudha Miharja mengatakan, masih banyak orang yang menyangka bahwa senjata-senjata yang digunakan pelaku tersebut adalah airsoft, padahal jenisnya adalah air gun. Dia menjelaskan, penggunaan airsoft tidak membahayakan.

Dia memaparkan, berbeda denga air gun airsoft tidak menggunakan peluru gotri dan bahan timah. Airsoft  tidak bisa menggunakan ball bulle berbahan dasar timah. Tetapi menggunakan BB bahan dasar plastik ringan sehingga tidak akan bisa menembus kaca.  “Kecepatan airsoft juga rendah dan tidak akan mungkin menembus kulit. Airsoft juga tidak bisa menggunakan pellets atau mimis dan menggunakan gas CO biasa,” kata dia saat menyambangi redaksi Pontianak Post, kemarin (7/4).

Sementara air gun adalah senjata yang sangat berbahaya. Senjata ini dapat menyebabkan nyawa seseorang hilang jika disalahgunakan. Air gun juga menggunakan pellet/gotri atau mimis. Airgun juga mempunyai kecepatan proyektilnya berkali lipat lebih tinggi yang dapat menembus kulit.

“Air gun ada yang dapat menggunakan sekaligus BB bullets dan umumnya menggunakan gas CO2 dengan tekanan di atas 2 joule. Jadi air gun itu tidak dapat disamakan dengan airsoft gun karena jenis peluru yang digunakan berbeda. Selain itu juga penjualannya tidak pernah terang-terangan dan cenderung ilegal. Biasanya juga ditawarkan lengkap dengan kartu anggota yang palsu,” jelasnya.

Kendati airsoft adalah senjata mainan, Yudha menyebut peredarannya justru ketat. Menurutnya untuk membeli mainan airsoft, seseorang harus mendapat rekomendasi klub yang terdaftar di ABU. Selain itu anggota klub juga dilarang untuk membawa mainan itu bila tidak untuk dipakai latihan. “Airsoft itu hanya mainan, bentuknya saja yang replika dari senjata asli. Untuk membedakannya ada tanda strip oranye di bagian bahwa airsoft,” imbuh dia.

Pihaknya sendiri mengecam keras aksi terorisme di Indonesia. “Menyikapi aksi terorisme di Mabes Polri dan perbuatan terorisme lainnya, kami dari ABU Indonesia mengecam, melawan dan berperang melawan terorisme dalam bentuk apapun dan mendukung Polri serta aparat dama memberantasnya. Kami siap untuk selalu berkoordinasi dengan Polri,” ungkap dia.

Namun pihaknya merasa sejumlah media massa dan masyarakat masih bias dalam memberitakan jenis senjata yang dipakai teroris di Mabes Polri. “Berbagai media menyebutkan bahwa airgun adalah bagian dari airsoft gun atau disamakan. Padahal sangat berbeda, dimana airsoft tidak berbahaya dan menjadi cabang olahraga rekresasi nasional,” jelas dia.

Menurutnya airsoft sendiri sudah diatur dengan peraturan Kepolisian No5 Tahun 2018. Ditegaskan bahwa kepemilikan airsoft gun semata-mata hanya untuk tujuan rekreasi, dan dilarang dibawa tanpa tujuan jelas. “Anggota kami adalah klub yang sah sesuai AD/ART ABU Indonesia dan personil-personilnya terdata di Kepolisian. Demkian pula unit-unit airsoft gun anggota kami terdaftar dan terdata secara resmi di Kepolisian,” pungkasnya. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!