Komunitas Darbuka Pontianak, Sempat Dikira Ngamen, Sekarang Banyak Peminat

ALAT musik darbuka memang nggak sepopuler alat musik lainnya seperti gitar atau keyboard namun suara yang dihasilkan oleh alat musik ini nggak kalah indah. Bahkan, darbuka ini sangat asyik loh untuk didengar! Nah, ternyata di Kota Khatulistiwa ini ada komunitas bagi pencinta alat musik satu ini.

By: Clementineke Cerelia

Komunitas Darbuka Pontianak ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015, tetapi pada saat itu komunitas ini belum secara resmi terbentuk. Akhirnya pada 6 Juli 2017, Komunitas Darbuka Pontianak resmi menjadi komunitas yang bisa diikuti bagi yang tertarik dengan alat musik ini. Terbentuknya komunitas ini berawal dari keisengan para pemain darbuka di Majelis Taklim. Mulyadi yang merupakan ketua sekaligus pencetus Komunitas Darbuka Pontianak mengatakan bahwa sebelum komunitas ini nggak ada komunitas darbuka lainnya.

Fyi, darbuka merupakan alat musik membranophone atau yang artinya musik yang bunyinya berasal dari getaran yang terbuat dari kayu dengan cara dipukul. Darbuka ini bentuknya seperti jam pasir dan dimainkan biasanya secara horizontal.

Mulyadi dan teman-temannya memiliki tujuan untuk merangkul semua pemain darbuka yang ada di Pontianak. Awalnya komunitas ini hanya memiliki enam anggota aktif tetapi setelah berjalan selama dua tahun, anggota komunitas ini sudah mencapai 40 anggota aktif. “Berkembangnya komunitas ini juga berkat bantuan wakil saya yaitu mas El,” ujar Mulyadi.

Perjuangan Mulyadi selaku ketua dan pecentus komunitas ini juga nggak gampang, awalnya komunitas ini pernah diusir saat melakukan pertunjukan karena dikira mengamen. “Waktu kita sedang ingin memperkenalkan komunitas ini di Taman Alun Kapuas, kita malah diusir sama Satpol PP yang jaga di sana karena dikira sedang mengamen,” ujar Mulyadi. Dia sendiri merasa bersyukur bahwa sekarang orang sudah mulai mengenal dan mengetahui tentang komunitas ini.

Komunitas Darbuka Pontianak ini selalu mengadakan jamming setiap bulannya. Selain jamming, komunitas ini juga sering melakukan sharing session dimana mereka sama-sama belajar dan bercerita. Pertemuan biasanya dilakukan di Taman Arboretum Universitas Tanjungpura atau Taman Alun Kapuas. Mulyadi juga mengatakan bahwa dia memiliki keinginan komunitas ini memiliki basecamp lantaran selalu mengadakan pertemuan di luar dan tidak ada tempat pasti.

Selain jamming dan sharing yang diadakan tiap bulan, komunitas ini juga mengadakan sesi latihan setiap minggunya. Komunitas darbuka ini dibagi menjadi kelompok kecil per wilayah di Kota Pontianak. Jadi untuk latihan, tergantung setiap wilayah masing-masing.

Komunitas Darbuka Pontianak tergabung di bawah Serikat Darbuka Indonesia (SDI). Materi pembelajaran tentunya didapat melalui SDI. Biasanya SDI akan mengirimkan video yang berisi penjelasan cara bermain darbuka.
“Sebenarnya bermain darbuka itu gampang. Tergantung lagi ke masing-masing orang, kalau berpikir ini susah ya pasti akan susah,” ujar Eleesama Novenda, Wakil Komunitas Darbuka Indonesia.**

Read Previous

KPPN Singkawang Menuju WBBM

Read Next

Anggaran Rumah Subsidi Habis

Tinggalkan Balasan

Most Popular