Komunitas Pendaki Sambas, Satu Hobi, Banyak Aksi

Acara Pasak Sungai Melayu Rayak Ketapang. FOTO PENDAKI SAMBAS FOR ZETIZEN PONTIANAK.

Komunitas pendaki gunung makin diminati oleh masyarakat terutama untuk pemuda yang penasaran merasakan sensasi saat mendaki sekaligus mendapatkan pengalaman dan motivasi di dalam komunitas tersebut. Namun, ko Adapun komunitas yang tidak hanya mendaki saja melainkan melakukan kegiatan yang lainnya seperti kegiatan Sosial, Seni budaya, Observasi dan Konversial sama akan komunitas yang ada di Sambas yaitu komunitas Pendaki Sambas.

By: Bandri

“SAYA terpikir untuk membuat komunitas Pendaki Sambas karena banyak teman dari Sambas yang sehobi tapi tergabung dalam komunitas pencinta alam (KPA) di luar Sambas, jadi alangkah baiknya orang Sambas membawa nama daerahnya sekaligus mengenalkan bahasa, budaya, daerah, wisata yang ada di Sambas dengan 1 kpa,” jelas Herwan.

Menurut Herwan, kendala pada saat mendirikan komunitas Pendaki Sambas yaitu saat mencari teman yang berani bersama-sama mempertanggungjawabkan komunitas tersebut. Banyak yang pertama kali masuk ke komunitas tersebut awalnya mengira bahwa hanya naik gunung dan jalan-jalan saja, tetapi setelah masuk di program kegiatan komunitas, para anggota dengan senang hati dan semakin bersemangat untuk bergabung, tentunya dalam satu asas kekeluargaan.

Jumlah anggota saat ini yang aktif sebanyak 84 orang yang tersebar di beberapa kecamatan mulai dari Selakau, Semparuk, Pemangkat, Jawai, Tekarang, Teluk Keramat, Sebawi, Paloh, Sambas dan Subah.

Kegiatan yang dilakukan yaitu observasi dan konservasi, setiap kegiatan naik gunung atau ke tempat wisata ditutup dengan kegiatan bersih-bersih sampah, selanjutnya kegiatan sosial pembagian masker, ikut berpartisipasi dengan pemda pada saat ada acara di Sambas dan mengenalkan budaya adat istiadat Sambas ke kpa luar Sambas.

Acara anniversary di Danau Sebedang. FOTO PENDAKI SAMBAS FOR ZETIZEN PONTIANAK.

“Waktu itu anniversary yang ke-2 tahun kami ambil tema dengan nama Pencinta Alam Bangga Berbudaya,” ujarnya.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kegiatan yaitu briefing. Sebelum melakukan kegiatan akan dibahas masalah kendala yang mungkin akan dihadapi pada saat kegiatan dilaksanakan dan pengendaliannya, persiapan peralatan yang ingin digunakan, pembagian tugas, dan izin ke pihak berwenang. Biasanya kalau ingin mengadakan acara briefing-nya lebih dari lima kali.

Selain mendaki, kegiatan peduli lingkungan dan berbagi juga dilakukan oleh Komunitas Pendaki Sambas seperti melakukan kegiatan di beberapa lokasi mulai dari halaman Keraton Sambas, lampu merah Sambas, pantai Putri Serayi dan bukit Selindung.

“Bagi kami kegiatan yang telah kami lakukan kepada masyarakat walau masih belum banyak tetapi sudah pernah diliput oleh media televisi itu adalah suatu prestasi dan senang bisa berbagi hal-hal positif ke masyarakat,” tutup Herwan.

Komunitas tersebut menanamkan asas kekeluargan kepada anggota dan merekrut anggota keluarga besar Pendaki Sambas dengan cara hubungan emosional atau mengenalkan karakter calon anggota baru yang kemudian dibahas dengan keseluruhan pengurus komunitas tersebut sehingga tetap bersolidaritas.

Seluruh keluarga besar Pendaki Sambas bisa hidup mandiri dan berguna untuk orang lain di setiap lingkungannya, semakin banyak yang bisa berbagi kepada masyarakat, bisa membawa nama, bahasa dan budaya Sambas keluar Kalimantan Barat dan pengurus mengharapkan nanti kedepannya ada regenerasi yang melanjutkan nama besar Pendaki Sambas.**

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!