Midji Harap Kerja Masa Perdagangan Ditingkatkan
Konsul Malaysia di Pontianak Pamit

CENDERA MATA: Gubernur Kalbar Sutarmidji menyerahkan cendera mata kepada Konsul Malaysia di Pontianak Mohiuddin Ghazali saat berpamitan seiring masa tugasnya di Pontianak telah usai, Senin (23/8). BIRO ADPIM

PONTIANAK-Konsul Malaysia di Pontianak Mohiuddin Ghazali bersilaturahmi sekaligus berpamitan dengan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji di Kantor Gubernur, Senin (23/8) pagi. Mohiuddin berpamitan karena masa tugasnya di Konsulat Malaysia Pontianak telah berakhir.  Dalam kesempatan itu, Mohiuddin berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, khususnya Gubernur Sutarmidji atas kerja sama yang sudah berjalan sangat baik selama ini. Terutama berkaitan dengan pembangunan di kawasan perbatasan Kalbar, Indonesia dengan Sarawak, Malaysia.

Ia pun berharap kerja sama yang sudah terjalin baik itu bisa diteruskan. Salah satunya soal perdagangan atau kegiatan ekspor impor melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Mohiuddin yakin baik pemerintah Sarawak maupun Kalbar bisa sama-sama menyelesaikan persoalan perdagangn ini dengan baik.   “Adapun perkara yang boleh diperbaiki ke depan berkaitan dengan perdagangan. Terkait hal ini saya percaya kedua pihak Kalbar dan Sarawak akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Selama lima tahun setengah bertugas di Pontianak, tentu menjadi pengalaman berharga bagi dirinya bersama keluarga. Ia pun merasa sedih harus meninggalkan Pontianak. Karena dirinya dan seluruh jajaran Konsulat sudah cukup lama hidup berdampingan dengan masyarakat di Kota Pontianak dan Kalbar secara umum.

“Saya sedih harus meninggalkan Kota Pontianak yang telah memberi banyak kepada saya. Contohnya anak saya pun yang bungsu itu dilahirkan di Pontianak. Jadi saya mengucapkan lagi terima kasih kepada seluruh warga Pontianak dan Kalbar,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Kalbar Sutarmidji juga mengucapkan terima kasih kepada Konsul Malaysia yang selama ini sudah bekerja sama dengan baik. Lebih khusus di tengah pandemi Covid-19, Kalbar telah dibantu dengan kemudahan-kemudahan untuk mendapatkan suplai oksigen dari Malaysia.  Hal itu menjadi bukti bahwa hubungan kedua negara baik Indonesia maupun Malaysia sangat harmonis. Apalagi yang berkaitan dengan isu kemanusiaan, respon bantuan yang diminta sangatlah cepat. “Hanya dua hari saja kita sudah bisa itu (impor oksigen),” katanya.

Sementara terkait perdagangan antar kedua negara, khususnya Sarawak dan Kalbar, ke depan dikatakan dia akan ada kantor perdagangan Sarawak di Pontianak. Dengan itu diharapkan pemerintah masih bisa berbenah di kawasan perbatasan, agar volume perdagangan antara Kalbar dan Sarawak bisa ditingkatkan.

“Kalau sekarang ekspor CPO melalui Badau sudah dilakukan, mudah-mudahan ke depan volumenya semakin besar dan yang lainnya juga bisa,” harapnya.  Daerah menurutnya harus pandai-pandai dalam mencari peluang agar aktivitas perdagangan atau ekspor impor antar kedua negara semakin optimal. Ia pun berharap PLBN Aruk dan Biawak, Lundu sama-sama bisa menjadi pintu perdaganagn internasional. “Karena di sana (Malaysia) masih tradisional, kita (Indonesia) sudah beda. Nanti saya juga akan kembangkan Temajuk jadi pusat wisata,” terangnya.

Tak hanya soal perdagangan, Midji sapaan karibnya juga berharap ada kerja sama di bidang-bidang yang lain. Seperti kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. “Saya ucapkan selamat bertugas di tempat yang baru, sehat selalu dan kalau ke Pontianak bisa ketemu dan diskusi. Mudah-mudahan beliau dapat tugas di tempat yang lebih menantang,” tutupnya.(bar)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!