Konsumsi Daging Sapi di Kalbar Diprediksi Stagnan

Muhammad Munsif

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan stok daging sapi segar cukup untuk kebutuhan hari raya Idulfitri tahun ini. Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif mengatakan, telah mengantisipasi lonjakan permintaan daging sapi segar pada momen lebaran. Kendati begitu, prediksinya, permintaan komoditas itu, tak akan lebih tinggi dari permintaan di momen yang sama di tahun lalu.

“Data tahun 2018, pemotongan di Kota Pontianak, untuk momen Idulfitri mencapai 415 ekor, dan 2019 sebanyak 449 ekor. Tahun ini, prediksi saya angkanya mungkin tak jauh berbeda dengan tahun lalu, bahkan mungkin berkurang,” kata dia, kemarin.

Daya beli yang menurun, dinilainya menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat urung mengonsumsi daging dalam jumlah besar. Apalagi di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini, acara berkumpul dan bersilaturahmi selama lebaran tidak akan sebanyak dan semeriah tahun lalu. Sehingga dia menilai wajar jika jumlah sapi yang dipotong tidak akan sebesar tahun lalu.

Kendati begitu, pihaknya memastikan bahwa ketersedian daging sapi segar cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Lonjakan permintaan dibandingkan dengan hari-hari biasa pun sudah mulai terlihat. Karena itulah, pihaknya menambah jumlah lokasi pemotongan hewan sebanyak 19 titik di Kota Pontianak.

“Ada 19 titik tambahan tempat pemotongan hewan untuk memenuhi kebutuhan daging jelang Idulfitri. Rinciannya, di kecamatan Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Timur, masing-masing dua titik, Pontianak Utara tiga titik, Pontianak Kota empat titik, dan Pontianak Barat enam titik,” kata dia.

Pihaknya juga menyiagakan petugas untuk melakukan pengawasan agar setiap proses mulai dari pemotongan hingga distribusi ke pasar-pasar berjalan sesuai dengan ketentuan. Bersama dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, pihaknya telah membentuk tim yang beranggotakan sekitar 10-14 orang, yang juga bertugas untuk memastikan ketersedian pangan di pasar-pasar.

“Fungsi pengawasan ini diperlukan dalam rangka menjamin tersedianya daging sapi yang memenuhi standar ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal),” jelas dia.

Dalam rangka menjaga ketersedian hingga kualitas daging sapi segar di Kalbar, tambah dia, koordinasi dengan himpunan peternak sapi yang ada di provinsi ini juga dilakukan. Sebagai mitra pemerintah, para peternak dan pemasok sapi yang memasok daging segar di pasar, menurutnya juga memiliki peran yang sangat penting.

Pihaknya juga berupaya semaksimal mungkin agar daging sapi yang tersedia bukan merupakan daging sapi palsu. Pihaknya melakukan pengetatan pengawasan mengingat awal Ramadan ini, ada temuan daging sapi di Bandung, Jawa Barat yang ternyata merupakan daging babi. Sejauh ini, dipastikan dia, di Kalbar belum ada temuan itu.

“Kita juga lakukan sosialisasi lewat media sosial, bagaimana memilih daging yang baik, membedakan daging sapi dengan daging hewan lainnya,” pungkas dia. (sti)

Read Previous

Midji Imbau Masyarakat Salat Id di Rumah Masing-masing

Read Next

44 Petugas Bandara Supadio Reaktif



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *