Sanggau Baru 38 Kilogram Perkapita Pertahun
Konsumsi Ikan Belum Bertambah Signifikan

GEMAR IKAN: Bupati Paolus Hadi, didampingi Ketum Forikan Arita Apolina, di acara Pengukuhan Kepengurusan Forikan tingkat kecamatan di Antonk Ngelayan, Komplek Sabang Merah, Kota Sanggau, Kamis (22/7). 

SANGGAU – Arita Apolina selaku Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Sanggau menegaskan sejauh ini konsumsi ikan masyarakat masih belum bertambah signifikan. Hal tersebut perlu mendapat perhatian dari segenap pengurus yang bertanggung jawab terhadap konsumsi ikan di masyarakat.

“Konsumsi ikan di Kabupaten Sanggau memang belum bertambah secara signifikan. Artinya belum banyak berubah. Kedepan, mesti ada teknik dan inovasi sehingga peningkatan konsumsi ikan semakin hari semakin lebih baik,” ungkapnya usai mengukuhkan Pengurus Forikan Tingkat Kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kamis (22/7) kemarin.

Menurutnya, mengkonsumsi ikan menjadi sesuatu yang wajib dan biasa dinikmati melalui kuliner. Ke depan, direncanakan dia, ada banyak inovasi dan butuh banyak ide serta gagasan untuk mengolah ikan secara modern. Harapan dia, agar generasi milenial tidak alergi mengkonsumsi ikan.

Pada momen pengukuhan kepengurusan Forikan Kecamatan Parindu, Bonti, Tayan Hulu, Kembayan, Beduai, Sekayam, Entikong, Noyan, Jangkang, dan Mukok tersebut, Arita mengingatkan akan pentingnya koordinasi mengingat ada banyak hal yang mesti dilakukan. Forikan, menurut dia, juga merupakan salah satu wadah meningkatkan kembali konsumsi ikan di Kabupaten Sanggau.

“Di masa Pandemi Covid–19, salah satu pilihan kegiatan yang bisa dilakukan di lingkungan kita (kecamatan) melalui kelompok–kelompok yang ada di masyarakat, baik itu kelompok Dasawisma, wanita tani, keagamaan maupun sosial,” katanya.

Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Kubin menyampaikan ikan adalah bagian tak terpisahkan dari pangan. Di era pandemi, menurut dia, ikan bisa saja menjadi salah satu makanan favorit masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang konsisten terus menerus dalam rangka mendukung kegiatan ketahanan pangan, mendukung kegiatan Forikan yang nanti diimplementasikan dan diteruskan di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan bahwa Kabupaten Sanggau yang berada di tengah, secara geografis Kalimantan Barat, merupakan daerah yang cukup potensial akan sumber daya ikan. Apalagi, lanjut dia, tren kebutuhan akan komoditi perikanan meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu belakangan.

“Ini kan karena isu nasional maupun internasional akan makanan sehat berprotein tinggi yang mengandung Omega 3 dan Omega 6 serta asam lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan manusia,” jelasnya.

Dengan besarnya permintaan sumber daya ikan, diharapkan dia sejalan dengan potensi peningkatan produksi ikan, baik di sungai maupun budidaya kolam, keramba atau lainnya.

“Secara umum konsumsi ikan nasional menunjukkan kecenderungan yang meningkat setiap tahunnya. Namun peningkatan konsumsi ikan itu belum merata di seluruh wilayah. Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Sanggau baru mencapai 38 kilogram perkapita pertahun pada tahun 2020, sedangkan tingkat konsumsi ikan nasional mencapai 56,39 kilogram perkapita pertahun. Upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan ini telah dilaksanakan secara intensif oleh pemerintah melalui berbagai cara, diantaranya melalui pemberian bantuan sarana pemasaran, peningkatan mutu produk olahan melalui kegiatan pembinaan,” terangnya.

Saat ini, kata Bupati, yang sedang gencar dilakukan adalah upaya memasyarakatkan makan ikan, yang dilaksanakan dengan cara mensosialisasikan kegiatan promosi makan ikan melalui gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan).

“Gemarikan dapat dimulai dari keluarga. Anak-anak sekarang lebih suka makan  makanan cepat saji berbahan dasar non ikan yang banyak tersedia di pasaran. Oleh karena itu, untuk menyiasatinya dengan mengubah bentuk masakan ikan menjadi bentuk lain seperti bakso ikan, nugget ikan, sosis ikan maupun lainnya. Dengan adanya kegiatan Gemarikan diharapkan dapat menciptakan pola hidup dan menggerakkan masyarakat cinta ikan dan produk olahan ikan,” katanya memberi penekanan. (sgg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!